- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Rusia Ogah Bahas Isu Keamanan di Bali: KTT G20 Itu Fokus soal Ekonomi

VokalOnline.Com-- Rusia menyerukan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali yang akan berlangsung pada 15-16 November mendatang setop membahas masalah keamanan dan fokus pada masalah inti yakni ekonomi dan sosial.
Menurut pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Rusia pada Senin (14/11) menjelang KTT G20, Moskow menganggap masalah ekonomi dan sosial menjadi yang paling mendesak bagi dunia saat ini. Hal itu diungkapkan Rusia kala pemerintahan Presiden Vladimir Putin terus dikecam soal invasinya ke Ukraina.
"Pada dasarnya penting bahwa G20 itu memusatkan upayanya pada ancaman nyata, bukan ancaman mengada-ngada," bunyi pernyataan Kemlu Rusia
"Kami yakin bahwa G20 digelar untuk menangani masalah sosial-ekonomi. Memperluas agendanya ke bidang perdamaian dan keamanan, uang dibicarakan banyak negara, tidak dapat dilakukan."
Menurut Moskow, pembahasan agenda lain selain kerja sama ekonomi-sosial menjadi pelanggaran langsung terhadap mandat Dewan Keamanan PBB dan akan merusak atmosfer kepercayaan dan kerja sama di antara negara G20.
Sebagai diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan hadir dalam KTT G20 di Bali 15-16 November besok karena alasan urusan dalam negeri.
Sebagai gantinya, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov yang akan memimpin delegasi Rusia dalam KTT G20. Lavrov sendiri sudah tiba di Bali pada Minggu (13/11).
Rusia terus menjadi sorotan dalam G20 setelah melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari lalu.
Sejak itu, negara Barat termasuk Amerika Serikat Cs terus mendesak Rusia agar diisolasi dari dunia internasional termasuk G20.
Sejumlah anggota G20 seperti AS, Australia, dan Inggris juga sempat meminta Indonesia, yang menjadi tuan rumah KTT tahun ini, agar tidak mengundang delegasi Rusia hadir.
Namun, Indonesia menegaskan tetap akan mengundang seluruh anggota G20 termasuk Rusia.**Syafira
Berita Terkait :
- Xi Jinping Tiba di Bali Hari Ini, Bakal Ketemu Biden Jelang KTT G200
- Erdogan Murka Ledakan Tewaskan 6 Orang di Istanbul: Ada Bau Teror0
- Daftar 17 Kepala Negara yang Hadir KTT G20 di Bali0
- Rudal Hipersonik Iran Bisa Tembus Iron Dome, Israel Makin Ketar-ketir0
- AS Bocorkan Rencana Rusia Uji Coba Torpedo Nuklir0
_Black11.png)









