- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
Bahlil Ajak Australia Kembangkan Ekosistem Baterai Listrik

VokalOnline.Com-- Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengajak pemerintah Australia Barat berkolaborasi untuk mendukung hilirisasi dan energi baru terbarukan untuk pengembangan ekosistem industri baterai listrik di Indonesia.
Hal itu ia ungkapkan saat dengan Sekretaris Parlemen Negara Bagian Australia Barat Jessica Jane Shaw di Nusa Dua, Bali (13/11).
Bahlil menjelaskan bahwa saat ini Indonesia berkomitmen mendorong investasi hijau yang ramah lingkungan dan berkelanjutan melalui pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik yang terintegrasi.
Menurutnya, saat ini merupakan momentum yang tepat bagi Indonesia dan Australia untuk memperkuat hubungan perekonomian, khususnya dalam hal investasi. Indonesia dan Australia memiliki kekuatan di sektor pertambangan. Adapun Australia memiliki keunggulan sebagai penghasil lithium terbesar di dunia.
Bahlil menyebut Indonesia tidak memiliki bahan mineral lithium yang merupakan salah satu bahan baku baterai.
Namun, kata dia, Indonesia memiliki pasar yang besar dalam industri kendaraan listrik dengan pemain-pemain global besar yang sudah berinvestasi seperti LG, Foxconn, CATL.
"Ini merupakan sebuah peluang besar yang dapat dijajaki antara Indonesia dengan Australia dengan konsep saling menguntungkan dalam rangka meningkatkan perekonomian kedua negara," ujar Bahlil melalui keterangan resmi.
Sementara itu, Jessica mengatakan Australia memiliki 50 persen cadangan lithium dunia. Menurutnya, letak geografis kedua negara yang strategis dapat memudahkan Indonesia untuk memperoleh lithium dari Australia.
Oleh karena itu, kedua negara bisa bersinergi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
"Seperti Indonesia, pemerintah Australia juga memiliki ketertarikan dalam hal hilirisasi. Sehingga, ada peluang untuk melakukan kolaborasi dan sharing knowledge antara kedua negara," ujar Jessica.
Menindaklanjuti pertemuan ini, Kementerian Investasi/BKPM akan membentuk tim khusus untuk mengeksplorasi peluang kerja sama Indonesia dengan Australia tersebut.**Syafira
Berita Terkait :
- Satgas Beber Skema Penipuan di Balik Kasus Pinjol Ratusan Mahasiwa IPB0
- Pj Gubernur Akmal Malik Transmigrasi Tak Terpisahkan dari Sulbar0
- Puja-puji Ratu Belanda untuk Kartu Prakerja0
- Ekonomi Jepang Minus 0,3 Persen pada Kuartal III 20230
- Korsel Bakal Bangun Sistem Air Bersih di IKN0
_Black11.png)









