- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
Balap RI Ekonomi Malaysia Diproyeksi Capai 11,7 Persen Kuartal III

Jakarta,VokalOnline.Com - Jajak pendapat Reuters memprediksi ekonomi Malaysia tumbuh 11,7 persen pada kuartal III 2022. Jika benar, ini melampaui pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menyentuh 5,72 persen menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).
Mengutip CNA, dalam jajak pendapat 1-8 November kepada 22 ekonom, ekonomi Malaysia diperkirakan tumbuh 11,7 persen pada kuartal Juli-September 2022 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada kuartal sebelumnya, ekonomi Negeri Jiran itu tumbuh 8,9 persen.
"Basis statistik yang rendah dari kuartal ketiga 2021, ketika ekonomi terkunci, akan berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan PDB yoy untuk kuartal ketiga 2022," kata Ekonom Asia di Capital Economics Shivaan Tandon, dikutip Rabu (9/11).
Perkiraan pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi domestik dan ekspor yang kuat. September lalu, Malaysia mencatat surplus perdagangan sebesar US$6,7 miliar, terbesar dalam lebih dari dua dekade.
Rekor tersebut tercipta karena ekspor Malaysia mencatat pertumbuhan dua digit sebesar 30,1 persen. Ekspor negara tersebut dipimpin oleh pengiriman yang lebih tinggi dari produk elektronik serta minyak dan gas di tengah harga yang tinggi.
Pembukaan kembali perbatasan internasional lantas diklaim akan membantu mengurangi kekurangan tenaga kerja di sektor-sektor tertentu dan mendorong pemulihan berkelanjutan di sektor pariwisata.
Namun, dorongan tersebut kemungkinan bakal diimbangi oleh hambatan dari sektor lain, seperti kebijakan moneter yang lebih ketat, pekerjaan yang lebih lambat, dan pertumbuhan upah di samping permintaan eksternal yang lebih lemah.
Perdagangan dan aktivitas ekonomi juga kemungkinan akan terpengaruh oleh kebijakan lockdown ketat covid-19 yang dilakukan China serta perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Dalam perkiraan anggaran terbarunya, Pemerintah Malaysia meningkatkan perkiraan pertumbuhan untuk tahun ini menjadi 6,5 persen hingga 7 persen dari sebelumnya 5,3 persen hingga 6,3 persen. Namun, mereka memperkirakan pertumbuhan untuk 2023 akan melambat menjadi 4 hingga 5 persen.
Dalam jajak pendapat Reuters lain, pertumbuhan ekonomi Malaysia secara rata-rata diperkirakan mencapai 7,2 persen untuk tahun ini. Namun, angka tersebut bakal turun menjadi 4,2 persen pada 2023.
"Mata uang kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan sampai puncak imbal hasil obligasi AS dan pelaku pasar tetap menghindari risiko di tengah meningkatnya tingkat ketidakpastian ekonomi global," tambah Tandon.**syafira
Berita Terkait :
- Harta Elon Musk Merosot Rp84 T Usai Jual Saham Tesla dan Beli Twitter0
- Dalih Cegah PHK Pengusaha Desak Menaker Buat Aturan No Work No Pay0
- Mengintip Lagi Daerah dengan Besaran UMP 2022 Tertinggi dan Terendah0
- Percepat Kredit Cair OJK Rilis Aplikasi Informasi Debitur iDebKu0
- Wujudkan Transisi Energi, PLN Ungkap Strategi Pembiayaan di KTT COP 270
_Black11.png)









