- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
BBKSDA Riau Obati Gajah Sakit dari Giam Siak Kecil

Petugas medis memberikan obat kepada gajah sakit di Kabupaten Bengkalis. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terus memantau kondisi seekor gajah betina liar di Desa Koto Pait, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Kondisi satwa bongsor berbelalai panjang ini sedang tidak sehat-sehat saja.
Gajah 40 tahun itu terdapat luka di tubuhnya. Keadaan ini membuat langkahnya gontai dan hampir saja terpisah dari kawanannya dari kantong gajah Siam Siak Kecil.
Plh Kepala BBKSDA Riau Hartono menjelaskan, pihaknya mendapat informasi ada gajah sakit di kilometer 51 kawasan hutan tanaman industri PT Arara Abadi Duri 2 di desa tersebut. Petugas ke lokasi untuk mengecek kebenarannya.
Pemantauan pertama dilakukan sejak 3 Juli 2021. Saat itu, petugas melihat kawanan gajah berjumlah 10 ekor tengah mengerubungi seekor gajah betina. Kawanan ini menjaga satwa yang tengah terluka serta gontai langkahnya.
"Gajah sakit ini sering mengeluarkan rintihan keras," kata Hartono, Jum'at siang, 10 September 2021.
Pantauan petugas, kondisi gajah sakit itu secara umum masih bagus, bisa berjalan meski pelan dan makan dengan baik. Beberapa hari kemudian, kawanan gajah menghilang di semak-semak.
"Sejak pantauan pertama ini kawanan gajah ini tak pernah terlihat lagi," ucap Hartono.
Pada 7 September 2021, BBKSDA Riau kembali menerima kemunculan kawanan gajah tersebut. Gajah betina tadi dilaporkan masih terluka sehingga BBKSDA mengirim tim medis ke lapangan.
Posisi Gajah terakhir saat akan dilakukan pengobatan ada di Desa Tasik Serai Timur, Kabupaten Bengkalis. Petugas mulai mengintai gajah dan melokalisir serta membuat jarak aman sebagai antisipasi kemunculan gajah liar lain.
Dalam prosesnya, petugas melewati berbagai rintangan. Mulai dari medan serta kondisi alam yang sulit ditempuh hingga hujan deras yang mengguyur sejak pagi.
Petugas akhirnya bisa membuat gajah sakit ini tenang. Gajah tak berontak ketika petugas mendekati, seolah tahu yang datang akan membuat sakitnya lebih ringan.
"Kemudian dibius oleh petugas sehingga gajah tertidur," ucap Hartono.
Hasil pemeriksaan medis, kaki gajah ada pembengkakan di bagian tulang femur kaki kanan belakang. Keadaan ini bisa menyebabkan trauma pada gajah sehingga bisa berakibat pembengkakan di area tulang.
"Penentuan diagnosa yang tepat tidak dapat dilakukan dikarenakan kondisi lapangan dan fasilitas yang belum memadai," jelas Hartono.
Adapun obat yang diberikan di antaranya anti nyeri, analgesik dan antepereutik. Juga diberikan antibiotik serta obat obatan suportif.
Setelah selesai pengobatan, gajah disadarkan kembali dan bebas kembali ke alam liar. Gajah tetap akan dipantau selama beberapa waktu hingga sembuh.
"Mudah-mudahan segera pulih," ucap Hartono. (syu)
Berita Terkait :
- Warga Gugat Wali Kota Pekanbaru ke Pengadilan0
- Jaksa Berhak Minta Hakim Tetapkan Pendana Sebagai Tersangka0
- Polisi Cari Pendana Penyerangan Karyawan PT Langgam Harmuni0
- Bappeda Kampar Ikuti Fasilitasi Perubahan RKPD0
- Harimau di Desa Teluk Lanung Tertangkap0
_Black11.png)









