- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika di Hotel Grand Tembilahan, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
BKSAP DPR RI: Gencatan Senjata Momentum Pengakuan Palestina Lebih Luas

Dr. Syahrul Aidi Maazat Lc MA Anggota BKSAP DPR RI
Jakarta, VokalOnline.Com - Kondisi perang di jalur Gaza menuju masa pemulihan. Gencatan senjata antara Israel-Hamas berlaku sejak Ahad (19/1/2021) yang lalu.
Melihat momentum yang krusial ini, Anggota Badan Kerjasama Antara Parlemen (BKSAP) DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat saat dihubungi pada Senin (20/1/2025) menyambut baik kondisi ini walau seperti apapun keadaannya.
Dr. Syahrul Aidi Maazat meminta agar gencatan senjata ini dimanfaatkan untuk pengakuan kemerdekaan Palestina oleh negara-negara global.
"Ini momentum yang tepat agar negara-negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina segera mengakuinya. Tidak ada artinya gencatan ini tanpa pengakuan kemerdekaan Palestina secara lebih luas," kata Syahrul Aidi.
Dia meminta jangan sampai hilang begitu saja malahan akan muncul genosida berikutnya oleh Israel ke Palestina. "Malahan Israel ini seperti tidak rela senjata ini terjadi. Itu terlihat satu hari setelah pengumuman oleh Presiden AS mereka masih menyerang Jalur Gaza. Jalau Israel ini tidak dikontrol lebih ketat, buka tidak mungkin akan terjadi genosida berikutnya dan gencatan ini gagal" tegasnya.
Dia melihat langkah pemerintah sudah tepat. Di berbagai forum internasional, pertemuan dengan negara sahabat presiden Prabowo sudah menyuarakan secara tegas pentingnya Palestina untuk dibantu dan diakui kemerdekaannya.
"Nah, ini momentum bagi Indonesia untuk mewujudkan perdamaian dunia. Khususnya di timur tengah. Kita dari BKSAP DPR RI terus mengawal ini bergandeng tangan dengan pemerintah agar di era modern ini tidak ada lagi praktik genosida, invansi negara lain. Kita harapkan, semua negara memiliki kedudukan yang sama, satu dengan yang lainnya" tutupnya. (Rls)
Berita Terkait :
_Black11.png)









