- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Deadline Setor Nama PM Hari Ini, Anwar-Muhyiddin Ngebut Cari Koalisi

Jakarta,VokalOnline.Com - Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yassin berlomba mencari koalisi untuk membentuk pemerintahan, Selasa (22/11), beberapa jam menjelang tenggat yang ditetapkan raja Malaysia untuk penyerahan nama calon PM.
Mereka harus bergerilya karena berdasarkan hasil pemilu yang keluar pada Minggu (20/11), tak ada satu pun partai atau koalisi berhasil memegang mayoritas.
Menurut konstitusi Malaysia, untuk membentuk kabinet, partai atau koalisi perlu 112 suara dari total 222 kursi parlemen. Pemegang mayoritas ini yang berhak memberikan nama calon PM ke raja.
Karena mayoritas tak terbentuk, Anwar dan Muhyiddin harus bergerilya mencari koalisi. Mereka dikejar tenggat dari Raja Malaysia yang menanti nama calon PM paling lambat pukul 14.00 waktu setempat.
Koalisi pimpinan Anwar, Pakatan Harapan (PH), memang meraih suara terbanyak dalam pemilu akhir pekan lalu dengan 82 kursi. Namun, angka tersebut tak cukup untuk meraih mayoritas.
Sementara itu, koalisi pendukung Muhyiddin, Perikatan Nasional (PN), hanya mendapat 73 kursi.
Ia sempat mengklaim sudah mendapatkan dukungan dari dua kubu politik yang lebih kecil dari Sabah dan Sarawak. Namun, kedua kubu itu membantah klaim tersebut.
Sebagaimana dilansir Reuters, walau dengan dukungan Sabah dan Sarawak, kursi yang diperoleh koalisi Muhyiddin baru 101, masih belum mencapai ambang batas.
Di tengah persaingan ketat itu, sejumlah media melaporkan koalisi Anwar bertemu dengan para petinggi koalisi Barisan Nasional (BN) di salah satu hotel pada Senin pagi.
MalayMail melaporkan bahwa Anwar dan BN sedang mendiskusikan kemungkinan untuk membentuk koalisi.
Kemungkinan aliansi ini menjadi sorotan luas karena Anwar sejak dulu dikenal sebagai penentang BN. Ketika BN berkuasa berpuluh tahun di Malaysia, Anwar selalu menjadi oposisi.
Ia kemudian dielu-elukan ketika berhasil menumbangkan rezim BN dalam pemilu 2018 lalu. Namun kini, Anwar malah ingin membentuk koalisi dengan BN demi bisa menjadi PM.**syafira
Berita Terkait :
- Dua Pria Ditangkap di Estonia Terkait Penipuan Kripto Rp8,9 T0
- China Bantah Tuduhan Filipina Rebut Paksa Puing Roket di LCS0
- Gempa M 7,0 Guncang Kepulauan Solomon, Berpotensi Tsunami0
- Resesi Seks China Makin Nyata, Populasi Menyusut di 13 Provinsi0
- Menteri Jepang Mundur Lagi Gegara Skandal, Ketiga dalam Setahun0
_Black11.png)









