- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Diduga PT Arara Abadi Serobot Lahan Milik Masyarakat Koto Ringin

Siak, VokalOnline.Com - Masyarakat koto ringin sesalkan atas tindakan dan aktifitas pengerjaan lahan oleh PT ararabadi yang dikelola dan dikuasi masyarakat sejak tahun 1990 hingga saat ini.
Bertempat di RT 04 RW 02 dusun 1 kampung Koto Ringin kecamatan Mempura kabupaten Siak dalam tenggang waktu puluhan tahun tidak pernah bermasalah.Kenapa baru saat ini perusahan Arara Abadi mengklaim sebanyak 300 hektar masuk dalam kawasan konsensi miliknya, ada apa ini kata warga koto ringin.
Sementara itu salah satu warga Syaiful Bahari mengatakan dirinya sudah mempunyai surat keterangan atas lahan secara sah yang diketahui oleh pemerintah kampung setempat bahkan ada beberapa masyarakat yang sudah memiliki sertifikat."Mengapa perusahan menyerobot lahan dan bahkan merusak tanaman milik masyarakat," ungkapnya.
Masih kata Syaiful dirinya dan masyarakat akan tetap berjuang dan mempertahankan hak kami dengan dasar surat yang kami miliki.Dan meminta kepada 40 Anggota dewan DPRD Siak yang terhormat serta pemerintah setempat dapat secepatnya menyelesaikan permasalahan ini tolong lihat dan bantu kami sebagai masyarakat kecil yang terzolimi.
Senada itu Harun selaku kepala Kampung Koto Ringin membenarkan bahwa adanya permasalahan antara warga pemilik lahan dengan perusahaan Arara Abadi sekitar 300 hektar.ia berharap lahan tersebut bisa kembali kepada masyarakat dan saat ini masih berjuang mengumpulkan data dokumen.
"Saat ini kami masih menunggu hearing dengan DPRD kabupaten Siak dan juga sudah sampaikan kepada komisi II di DPRD.Pada intinya pihaknya tetap mendukung atas perjuangan masyarakat terkait ini agar didapat solusi yang terbaik," pintanya.
Humas distrik PT Arara Abadi Muhammad Nasir SH menegaskan bahwa lahan yang kerjakan merupakan wilayah konsensi milik perusahan dan Luasnya sekitar 300 hektar.
"hal ini berdasarkan SK tahun 1996 yang dikeluarkan oleh kementrian kehutanan sudah di revisi di tahun 2013,"Tegasnya.
Selain itu, sebelumnya sudah disampaikan kepada pihak kampung masih menunggu data masyarakat yang mengelola lahan dan nama pemilik surat. namun sejauh ini pihaknya belum menerima data masyarakat untuk mengidentifikasi siapa siapa saja masyarakat tersebut, kami tetap akan mengupayakan jalan terbaik.
"Jauh hari sebelumnya pihaknya sudah berupaya untuk melakukan kerjasama dengan masyarakat, namun sampai saat ini masyarakat belum berkenan untuk bekerjasama dengan perusahaan sudah ada beberapa kali pertemuan dan upaya upaya namun belum ada titik terang kepastian terhadap persoalan ini,"pungkasnya.
Kita dari perusahaan telah melakukan inisiatif untuk menarik alat berat dari lokasi dan menghentikan pekerjaan aktifitas alat berat sampai ada titik temu dikemudian hari, namun untuk penanaman kami akan selesaikan terlebih dahulu beberapa waktu kedepan.
Berdasarkan konsensi SK mentri kehutanan yang kami punya, ada sekitar 300 hektar lahan, namun dalam hal ini kami hanya mengerjakan 122 hektar saja untuk saat ini.untuk kedepannya pihaknya belum bisa memastikan. Yang jelas bagi masyarakat yang terkena dampak akibat aktifitas perusahaan PT ararabadi di kampung koto ringin kami masih menunggu data data nama pengelola lahan tersebut dan pihak perusahaan ingin berjumpa langsung dengan pengelola lahan yang bersangkutan untuk duduk bersama mencari solusi jalan terbaik," Ujarnya.
Berita Terkait :
- FR Diamankan Polisi, Ada Hubungan Tewasnya PNS Wanita di DPRD Riau?0
- Jajaran Polres Kuansing Kembali Bagikan Bansos, Sebanyak 610 paket Sembako0
- Syekh Sa ad Dari Yaman Akan Jadi Pengajar Ilmu Alquran di Riau0
- PT RAPP Raih 8 Penghargaan dan K3 dari Menteri Ketenagakerjaan RI0
- Harga BBM Naik Ketua DPRD Riau Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Harga0
_Black11.png)









