- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Harga BBM Naik Ketua DPRD Riau Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Harga

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Pemerintah mengambil kebijakan menaikkan harga bahan minyak (BBM), akhir pekan lalu. DPRD Riau meminta, dengan kenaikan harga BBM ini, pemerintah daerah menjaga menjaga harga.
Kenaikan harga BBM itu mendapat sambutan dari masyarakat karena dianggap sangat memberatkan ekonomi. Masyarakat khawatir, imbas kenaikan harga itu akan merembet kepada kenaikan harga bahan pokok.
Di Pekanbaru, Riau, pasca beberapa kali aksi unjuk rasa terjadi di gedung DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman. Meski aksi demo dari kelompok berbeda, tujuan aksi itu sama yakni menolak dan meminta pemerintah mengajukan kenaikan harga BBM.
Menyikapi masalah ini, Ketua DPRD Riau Yulisman mengatakan, DPRD sebagai lembaga yang salah satuan tugas pokoknya menerima aspirasi atas segala sesuatu perkembangan masalah sosial di masyarakat, akan melaksanakan tugas-tugas itu.
"Pemerintah harus menjaga harga, khususnya 9 bahan pokok," kata Yulisman, Rabu (7/9/2022).
Sebab, kata dia, menjamin harga itu menjadi kebutuhan masyarakat di tengah kenaikan harga BBM.
"Apapun situasinya. Karena memang menjaga harga itu tugas pemerintah," tegasnya.
Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) turun ke lapangan untuk mengawasi harga kebutuhan masyarakat. Jangan sampai, tambah dia, kebutuhan pokok ini menjadi masalah di tengah kenaikan harga BBM.
"Jadi mohon cek betul ke bawah. Jangan sampai bahan pokok ini nanti menjadi sesuatu yang bagi masyarakat menjadi masalah. Misalnya harga cabai tinggi, masyarakat tidak mampu membeli. Harus memantau dengan ketat," kata Yulisman. (***)
Berita Terkait :
- APBD 2023 Pekanbaru Meningkat0
- Bahasa Melayu Diusulkan Jadi Bahasa Kerja di ASEAN 0
- Pemprov Libatkan Polda Riau Awasi Bahan Pokok dan BBM0
- MAFAKUMPALA UIR Lakukan Penyuluhan dan Tanam 500 Mangrove di Pesisir Desa Tanjung Pisang0
- 4 Orang Pelaku Eksploitasi Anak Berhasil di Bekuk Polres Siak0
_Black11.png)









