- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
Dirut PLN Dorong Milenial Terlibat dalam Transisi Energi Nasional

VokalOnline.Com - PT PLN (Persero) mengajak generasi milenial untuk aktif mendukung upaya transisi energi guna mencapai Net Zero Emission pada 2060.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, proses transisi energi membutuhkan kapasitas nasional dan kemampuan teknis baru.
"Kalau bisa membangun kapasitas nasional, maka transisi energi ini bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan membangun bangsa di masa depan Indonesia dan itu ada di pundaknya adik-adik mahasiswa di sini," kata Darmawan dalam kegiatan #DemiIndonesia di Jakarta, Sabtu (29/10).
Dalam hal ini, PLN berkomitmen merealisasikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030. Ke depannya, diharapkan ada tambahan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) 20,9 gigawatt (GW) atau 51,6 persen dari total penambahan pembangkit.
Selain itu, PLN juga memastikan tidak akan melakukan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baru.
Darmawan mengakui, membangun pembangkit berbasis EBT tidak mudah. Namun dengan bantuan dan pikiran kreatif dari generasi milenial, Darmawan percaya tantangan ini bisa diselesaikan.
"Kalau energi terbarukan yang sifatnya intermiten butuh baterai. Misalnya tenaga angin, kalau anginnya kencang ya mutarnya kencang, listrik yang dihasilkan banyak. Energi matahari, paling bagus hanya jam 10 sampai jam 12. Makanya kita butuh baterai. Inovasi ini bukan dilakukan oleh generasi yang umurnya 50-60 tahun, inovasi ini dilakukan generasi milenial," kata Darmawan.
Pada saat bersamaan, PLN mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik di Indonesia untuk menekan emisi karbon di sektor transportasi melalui program kolaborasi atau franchise infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).
Langkah PLN berikutnya adalah melakukan transformasi di bidang pelayanan, yakni lewat aplikasi New PLN Mobile. Darmawan menyebut, pelayanan PLN kepada pelanggan kini semakin baik.
"Semua proses yang berbelit kita sederhanakan. Insya Allah, prosesnya jauh lebih cepat," katanya.
Tak hanya mudah, masyarakat juga mendapatkan layanan yang lebih murah. Menurut Darmawan, transformasi pelayanan lewat PLN Mobile ini mulai berbuah hasil, antara lain dari capaian rating aplikasi sebesar 4,8 dari rating maksimal 5.**Syafira
Berita Terkait :
- Inflasi Tembus 5,71 Persen per Oktober 20220
- Rupiah Tertekan ke Rp15.645 Karena Imbal Hasil Obligasi AS Naik0
- Viral Uang Kuno Rp20 Ribu Indonesia di India0
- Rokok Murah Banjiri Pasar0
- Pemerintah Perpanjang Gratis Pungutan Ekspor Sawit Sampai Desember0
_Black11.png)









