Dua Guru Mendapatkan Kejutan dari Kapolres Kepulauan Meranti
Peringatan Hari Guru Nasional

Publisher Vol/Syu Daerah
25 Nov 2022, 19:14:59 WIB
Dua Guru Mendapatkan Kejutan dari Kapolres Kepulauan Meranti

Selatpanjang, VokalOnline.Com - Peringatan Hari Guru Nasional menjadi sangat spesial bagi Fransiska Lestasi. Perempuan 26 tahun mendapatkan kado spesial setelah 'bertaruh nyawa' untuk melahirkan generasi baru penerus bangsa.

Guru di Sekolah Dasar Patria Dharma itu baru saja melahirkan bayi mungil. Usai melahirkan itu, Fransiska harus dirawat intensif karena melahirkan secara cesar.

Diperingatan Hari Guru ini, warga Jalan Kemuning, Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti itu mendapatkan kejutan dari Kapolres Ajun Komisaris Besar Andi Yul Lapawesean.

Andi Yul datang bersama Ketua Bhayangkari Cabang Meranti bersama jajaran ke Rumah Sakit Umum Daerah di Jalan Dorak, tempatnya dirawat. Kedatangan ini disambut bahagia oleh Fransiska.

Fransiska mengucapkan terima kasih atas perhatian dari kepolisian terhadapnya dalam rangka hari guru tersebut. Dia tidak menyangka dikunjungi oleh Kapolres dan jajaran.

"Ini sangat mengharukan dan menjadi semangat bagi kami untuk segera sembuh dan beraktivitas kembali memberikan yang terbaik kepada anak-anak didik penerus bangsa," katanya, Jum'at siang, 25 November 2022.

Sementara itu, Andi Yul mendoakan Fransiska yang baru melahirkan segera sembuh. Dengan demikian, Fransiska bisa mengajar kembali anak-anak didik di sekolah.

"Semoga ibuk cepat sembuh, pulih kembali untuk mengajar," imbuh Andi Yul.

Sebelumnya, Andi Yul juga memberikan bantuan kepada seorang guru yang tengah berjuang melawan Covid-19. Guru bernama Rozana itu baru terkonfirmasi dan harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Jalan Banglas.

Perempuan 39 itu merupaka guru di Sekolah Dasar Negeri 12 Mekar Sari di Kecamatan Merbau. Andi Yul mendoakan Rozana segera pulih dari paparan virus corona sehingga bisa mengajar lagi.

"Semoga guru yang sakit sembuh," ujar Andi Yul sembari menyerahkan tali asih kepada keluarga Rozana.

Andi Yul menjelaskan, santunan terhadap guru yang sedang sakit sebagai bentuk motivasi kepada tenaga pendidik penerus bangsa.

Pria yang pernah menjadi Kepala Subdit IV Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menyatakan, tanpa guru setiap warga negara tidak akan bisa mencapai cita-cita. (syu)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment