- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
Elon Musk Pecat Insinyur Twitter Melalui Cuitan

Jakarta, VokalOnline.Com - Elon Musk memecat insinyur perangkat lunak Twitter Eric Frohnhoefer melalui sebuah cuitan. Langkah itu diambil kurang dari sebulan setelah Musk mengakuisisi perusahaan media sosial itu senilai US$44 miliar atau Rp680 triliun.
Melansir CNN Business, Rabu (16/11), Musk berselisih Frohnhoefer di Twitter yang berakhir dengan miliarder itu mencuitkan, "dia (Frohnhoefer) dipecat".
Frohnhoefer pun mengonfirmasi bahwa dia kehilangan akses ke sistem internal Twitter.
Pemecatan terjadi setelah Frohnhoefer mencuitkan bukti yang menunjukkan bahwa Musk salah tentang klaimnya bahwa Twitter berjalan sangat lambat di berbagai negara.
Sementara, Frohnhoefer mengetahui pemecatannya itu ketika seorang teman mengirimkan cuitan Musk. Ia mengatakan bahwa bahkan tidak ada pihak Twitter yang menghubunginya mengenai pemecatan tersebut.
Tak hanya Frohnhoefer, beberapa karyawan Twitter lainnya juga dipecat pada Selasa (15/11).
Hal itu diketahui dari email yang berisikan bahwa perilaku para karyawan tersebut telah melanggar kebijakan perusahaan.
Beberapa spekulasi muncul, upaya Musk dalam memecat para karyawan Twitter adalah reaksi terhadap komentar yang mereka buat di saluran internal Slack. Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir karyawan Twitter diketahui sangat jujur dalam mengkritik Musk di Slack perusahaan.
Sementara itu, Musk menanggapi berita pemecatan dengan mengatakan permohonan maaf. "Saya ingin meminta maaf karena telah memecat para jenius ini. Bakat mereka yang luar biasa tidak diragukan lagi akan sangat berguna di tempat lain," ungkap Musk.
Pemecatan itu terjadi setelah Musk memangkas setengah dari staf Twitter dengan cara yang oleh banyak kritikus digambarkan sebagai sembrono dan dapat membahayakan platform tersebut.
Musk juga telah memperkuat kendalinya atas perusahaan dengan mendorong keluar para dewan eksekutif dan direksi Twitter.
Perginya para petinggi Twitter, Musk kini lebih leluasa menjalankan perusahaan medsos tersebut dengan bantuan temannya yakni Jason Calacanis dan David Sacks, pengacara pribadinya Alex Spiro, dan para insinyur dikabarkan dipinjamkan dari beberapa perusahaannya yang lain, termasuk Tesla.
Elon Musk resmi merampungkan akuisisi Twitter senilai US$44 miliar atau setara Rp683 triliun (asumsi kurs Rp15.525 per dolar AS) pada Jumat (28/10). Musk memanfaatkan berbagai sumber dana untuk mengambil alih kepemilikan perusahaan media sosial itu.
Seperti diketahui, inisiatif Musk untuk membeli Twitter dimulai April lalu. Namun di tengah jalan, miliarder asal Afrika Selatan itu malah sempat menarik diri.**syafira
Berita Terkait :
- Bitvo Kanada Batalkan Kesepakatan Diakuisisi oleh FTX0
- Profil Eddy William Katuari, Bos Wings Pemilik The Apurva Kempinski0
- Tiga Negara Penyumbang Surplus Dagang Terbesar Indonesia0
- SKK Migas Merasa Kecolongan Shell Keluar dari Blok Masela0
- Bahlil Ajak Australia Kembangkan Ekosistem Baterai Listrik0
_Black11.png)









