- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Gubernur Riau Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Ditahun Politik

Gubernur Riau Syamsuar bersama panitia waisak dan masyarakat Buddha Pekanbaru di Ruang Rapat Komplek Kantor Gubernur Riau, Senin (5/7/2023).
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Menghadapi tahun politik atau Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 mendatang, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak seluruh lapisan masyarakat tetap menjaga kondusivitas.
Demikian disampaikan orang nomor satu di Riau ini saat menerima audiensi panitia waisak dan masyarakat Buddha Pekanbaru di Ruang Rapat Komplek Kantor Gubernur Riau, Senin (5/7/2023).
"Kita tau saat ini indeks kerukunan umat beragama kita saat ini bagus sekali, dulunya Riau ini sering dikatakan intoleransi namun sekarang sudah kita buktikan dan kenyataanya tidak seperti itu," kata Syamsuar.
"Apalagi saat ini kita menghadapi tahun politik, jangan sampai kita diadu domba, baik suku maupun agama," tambahnya.
Oleh karena itu pemuka agama harus ikut andil untuk mensosialisasikan agar umat tidak terpecah belah sehingga tercipta suasana harmonis, kekeluargaan, kebersamaan.
"Kita harap antara umat beragama tetap adem dan jangan sampai ada kegaduhan, karna kita ingin Pemilu nanti berjalan baik, aman, lancar dan terpilih pemimpin terbaik untuk kemajuan negara Indonesia dan kemajuan Riau dimasa yang akan datang," ujarnya.
"Besar harapan saya tokoh pemuka agama di Riau ini ikut serta agar mengayomi dan menciptakan kesejukan antar umat beragama. Meskipun ditahun politik namun tidak terpecah belah," harapnya.
Sebagai informasi, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Provinsi Riau pada tahun 2022 tercatat sebesar 76 persen atau mengalami peningkatan sebesar 6,8 persen dari tahun 2021 yang tercatat 69,2 persen.
Kerukunan umat beragama bermakna keadaan hubungan antar umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian dan saling menghormati dalam pengamalan ajaran agama serta kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.
Saat pertemuan Gubernur Syamsuar didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau Jenri Salmon Ginting, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Erisman Yahya.***
Berita Terkait :
- Harga Sawit Turun, Ini Kata Gubernur Syamsuar0
- Pelatihan BSPN di Inhu, Kharizal: Hasil Akhir Kerja Keras Kader Diamankan Saksi di TPS0
- Tercatat Sebagai Kader PDI Perjuangan, Dodi Nefeldi SPBU Menuju DPRD Riau 20240
- Tiga Koperasi di Rakit Kulim Pasang Plang Merek, Dilarang Lakukan Panen 0
- PHR Dukung Aset Negara di Dumai Jadi Kantor dan Laboratorium BPOM0
_Black11.png)









