- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
Heboh Spanduk Kampung Lendir dan Debu di Rokan Hilir, Puncak Amarah Warga Protes Pengangkutan Tanah

Spanduk protes warga Desa Bangko Bakti, Rokan Hilir. Foto: Istimewa
Riau, VokalOnline.Com - Sebuah spanduk berisi kalimat keras tentang kekesalan warga atas dampak aktivitas pengangkutan tanah diduga untuk sumur minyak PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Rokan Hilir bikin heboh. Warga kesal lalu mencurahkan kemarahannya dengan memajang spanduk dan menyebut kampungnya saat ini telah menjadi kampung lendir dan debu.
"Selamat Datang di Desa Bangko Bakti, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir 'Kampung Lendir dan Debu'. Terimakasih terhadap perusahaan pengangkutan tanah dan perusahaan yang bergerak di bidang migas," demikian isi tulisan dalam spanduk yang diterima SabangMerauke News, Rabu (27/9/2023).
Warga menyebut, aktivitas truk pengangkut tanah urug diduga untuk kebutuhan sumur minyak di Wilayah Kerja Blok Rokan telah sukses membuat polusi udara dan menjadi sumber penyakit warga masyarakat di desa tersebut.
"Tanpa memikirkan masyarakat, anda sukses membuat polusi udara dan menjadi sumber penyakit di desa kami. Dimana tanggung jawab anda? Mohon kepada pemerintah perhatikan! Pemerintah desa, DLH (Dinas Lingkungan Hidup) kemana kalian?" tulis warga dalam spanduk tersebut.
Salah satu pemuda setempat, Muhammad Yusuf membenarkan adanya spanduk berisi kecaman tersebut.
"Spanduk itu dibuat oleh masyarakat akibat keresahan yang tak terbendung lagi karena abu dan lumpur yang berserakan berdampak pada kesehatan dan keselamatan bahkan ekonomi masyarakat itu sendiri," kata Yusuf melalui pesan WhatsApp, Rabu (29/7/2023).
Yusuf yang merupakan mahasiswa ini menjelaskan, masyarakat sudah berusaha mencoba untuk memperjuangkan lingkungan. Namun sampai hari ini, pemerintah seolah-olah menutup mata, begitu pula para pelaku usaha yang sedikit pun tidak mempunyai tanggungjawabnya.
"Mungkin mereka ingin melihat masyarakat betul-betul murka, kita lihat saja nanti endingnya bagaimana," pungkasnya.
Sementara itu, Camat Bangko Pusako Adnan yang dikonfirmasi terkait spanduk kecaman itu belum merespon. Setali tiga uang, Sekretaris Camat Bangko Pusako, Yusprizal belum memberikan penjelasan.
Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja Rokan, Rudi Ariffianto juga tidak membalas pesan konfirmasi yang dilayangkan sejak siang tadi. (R-02)**
Berita Terkait :
- Dit Binmas Polda Riau Lakukan Supervisi Pembinaan BUJP Satpam dan Polsus di Meranti0
- Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Riau mengikuti kegiatan Launching Case Management System0
- Minibus dan Truk Laga Kambing, Protokoler Pemprov Riau Meninggal0
- Inhil Anak Tirikan Petugas Linmas Desa, Dagaji Rp600 Ribu dan Tidak Pernah Dapat BPJS0
- Pimpin Apel Bulanan Polisi RW, Kapolres Meranti : Selesaikan Masalah dengan Baik dan Cegah Potensi K0
_Black11.png)









