- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Iran Ancam Bui Keluarga Timnas Jelang Piala Dunia Hari Ini, Kenapa?

VokalOnline.Com-- Iran dilaporkan mengancam bakal membui keluarga pemain tim nasional jika mereka tak "jaga sikap" menjelang laga melawan Amerika Serikat di Piala Dunia 2022 hari ini, Selasa (29/11).
Seorang sumber mengatakan bahwa ancaman itu terlontar ketika para pemain timnas dipanggil untuk hadir dalam pertemuan khusus dengan sayap elite militer, Garda Revolusi Iran (IRGC).
IRGC memanggil timnas setelah para pemain tak mau menyanyikan lagu kebangsaan saat pertandingan pembuka di Piala Dunia Qatar pekan lalu.
Dalam pertemuan itu, IRGC memberikan ultimatum bahwa keluarga para pemain timnas bakal "dipenjara atau disiksa" jika mereka tak "jaga sikap" dalam Piala Dunia, termasuk di laga hari ini.
Ancaman ini berlaku jika para pemain timnas tak mau menyanyikan lagu kebangsaan atau ikut serta dalam protes politik menentang rezim Teheran dengan cara lainnya.
Pelatih asal Portugal untuk timnas Iran, Carloz Queiroz, juga sudah bertemu secara terpisah dengan IRGC menyusul ancaman mereka terhadap pemain Iran dan keluarganya.
Tak diketahui isi pembicaraan Queiroz dengan IRGC selama pertemuan tersebut. Queiroz hanya mengatakan para pemain bisa melakukan protes di Piala Dunia, tapi terbatas soal peraturan FIFA saja.
Para pemain timnas sendiri sempat menolak menyanyikan lagu kebangsaan di laga lanjutan setelah pembuka pada pekan lalu. Namun Jumat lalu, mereka akhirnya menyanyikan lagu kebangsaan dalam laga melawan Wales.
Iran memang terus memantau gerak-gerik timnas selama Piala Dunia. IRGC bahkan disebut mengirimkan personel menyusup di antara para suporter untuk mengawasi pemain dari dekat.
"Dalam pertandingan terakhir melawan Wales, rezim mengirim lebih dari ratusan 'orang' untuk memberi dukungan dan bantuan palsu di antara para penggemar
"Untuk pertandingan berikutnya melawan AS, rezim berencana secara signifikan menambah jumlah aktor tersebut menjadi ribuan."
Laga Iran di Piala Dunia kali ini memang di bawah bayang-bayang gejolak politik Teheran. Selama beberapa bulan terakhir, Iran diguncang protes yang disebut paling besar sejak rezim berkuasa.
Protes itu dipicu kematian Mahsa Amini, seorang perempuan usia 22 tahun yang meninggal setelah ditahan oleh polisi moral Iran, diduga karena tidak mematuhi aturan berpakaian tertutup.
Warga menggelar aksi besar-besaran di berbagai penjuru Iran. Demonstrasi itu kerap berakhir ricuh karena para pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan aparat.
Komisaris Tinggi PBB untuk Kepala Hak Asasi Manusia, Volker Turk, mengatakan Iran sedang berada dalam "krisis hak asasi manusia penuh" lantaran pihak berwenang menekan para pembangkang anti-eezim.
Banyak pihak internasional mendukung demonstrasi ini, termasuk unsur-unsur yang terlibat dalam Piala Dunia 2022.
Grafik klasemen Grup B Piala Dunia yang diunggah pada Sabtu, misalnya, menampilkan bendera Iran dengan hanya warna hijau, putih, dan merah, tanpa lambang Republik Islam. Namun, unggahan itu kini sudah dihapus.
Pada Minggu, Federasi Sepak Bola AS juga mengubah bendera Iran di media sosial mereka untuk mendukung para pengunjuk rasa di Iran.
Federasi itu selama beberapa waktu menampilkan bendera nasional Iran di akun Twitter, Instagram, dan Facebook resminya tanpa lambang Republik Islam.**Syafira
Berita Terkait :
- China Usir Kapal Jelajah Rudal AS yang Terobos Wilayah Dekat LCS0
- Polisi China Tangkap 2 Pedemo yang Tuntut Xi Jinping Mundur0
- Kenapa PM Malaysia Anwar Ibrahim Dihormati Warga RI0
- Demo Covid Meluas, TV China Sensor Penonton Piala Dunia Tak Bermasker0
- Keponakan Khamenei Ditangkap usai Sebut Rezim Iran Pembunuh Anak0
_Black11.png)









