- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
Jokowi Akan Terbitkan Keppres Penghentian PPKM Pekan Ini

Presiden Joko Widodo berencana menerbitkan keputusan presiden (keppres) tentang penghentian Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pekan ini.
Jakarta, VokalOnline.Com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menerbitkan keputusan presiden (keppres) tentang penghentian Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) minggu ini.
Jokowi mengatakan sedang menunggu kajian akhir dari Kementerian Kesehatan. Ia berencana segera meneken aturan pencabutan PPKM jika kajian sudah selesai."Minggu ini harusnya kajian dan kalkulasi itu sudah sampai ke meja saya sehingga bisa saya siapkan nanti keputusan presiden mengenai penghentian PSBB-PPKM. Kita harapkan segera sudah saya dapatkan dalam minggu-minggu ini," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/12).Sementara itu, Koordinator PPKM Luar Jawa-Bali Airlangga Hartarto menyebut kajian akan selesai dalam waktu cepat. Dia menyebut pemerintah sedang merampungkan sero survey atau survei mengenai kadar antibodi masyarakat.Dia berkata jumlah kasus di Indonesia terus menurun. Bahkan, jumlah kasus tak mencapai 2.000 kasus per hari dalam beberapa waktu terakhir."Sudah hampir satu tahun Indonesia landai, artinya berdasarkan kriteria dari WHO di level 1 dan itu sudah 12 bulan artinya secara negara sebetulnya kita sudah masuk, pandeminya sudah berubah menjadi endemi," ujar Airlangga.Sebelumnya, pemerintah menetapkan pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional pada 13 April 2020. Indonesia menerapkan sejumlah pembatasan sejak pertengahan 2020. Kebijakan itu dibuat untuk merespons penyebaran Covid-19. **Syafira
Berita Terkait :
- Ahli Psikologi: Sambo Dikuasai Emosi Jika Kehormatannya Terganggu 0
- Berkas 5 Tersangka Kanjuruhan Dinyatakan Lengkap, Kecuali Dirut LIB 0
- Emir Qatar Sang Penggila Bola Gelontorkan Rp3.114 T untuk Piala Dunia 0
- Sekelumit Sejarah Bisht, Jubah Spesial Arab yang Dipakaikan ke Messi 0
- Kenapa Covid China Naik Lagi sampai Warga Positif Diminta Tetap Kerja?0
_Black11.png)









