- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Kalahkan RI, Ekonomi Malaysia Melesat ke 14,2 Persen Kuartal III 2

VokalOnline.Com-- Pertumbuhan ekonomi Malaysia melonjak di 14,2 persen secara year on year pada kuartal III 2022. Capaian itu lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal II 2022 sebesar 8,9 persen.
Mengutip Reuters, Jumat (11/11), Gubernur Bank Negara Malaysia Nor Shamsiah Mohd Yunus mengatakan lonjakan pertumbuhan ekonomi ini dipicu oleh meningkatnya permintaan domestik dan ekspor yang kuat.
Sebelumnya, mengutip CNA, dalam jajak pendapat 1-8 November kepada 22 ekonom, ekonomi Malaysia diperkirakan tumbuh 11,7 persen pada kuartal Juli-September 2022 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada kuartal sebelumnya, ekonomi Negeri Jiran itu tumbuh 8,9 persen.
"Basis statistik yang rendah dari kuartal ketiga 2021, ketika ekonomi terkunci, akan berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan PDB yoy untuk kuartal ketiga 2022," kata Ekonom Asia di Capital Economics Shivaan Tandon, dikutip Rabu (9/11).
Perkiraan pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi domestik dan ekspor yang kuat. September lalu, Malaysia mencatat surplus perdagangan sebesar US$6,7 miliar, terbesar dalam lebih dari dua dekade.
Rekor tersebut tercipta karena ekspor Malaysia mencatat pertumbuhan dua digit sebesar 30,1 persen. Ekspor negara tersebut dipimpin oleh pengiriman yang lebih tinggi dari produk elektronik serta minyak dan gas di tengah harga yang tinggi.**Syafira
Berita Terkait :
- Waspada Ancaman Badai PHK Bisa Lebih Buruk Dibanding saat Awal Covid0
- Singapura Siap Gelontorkan Dana untuk Atasi Perubahan Iklim0
- Biaya Membengkak Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kekurangan Dana0
- Rugi Miliaran Jadi Alasan Bos The Good Dept PHK Karyawan0
- Jokowi dan Xi Jinping Batal Jajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung0
_Black11.png)









