- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
Kemenkes: 14 Pasien Gagal Ginjal Akut Masih Dirawat di RSCM

Jakarta, VokalOnline.Com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan 14 pasien gagal ginjal akut progresif atipikal yang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr Cipto Mangunkusumo atau RSCM Jakarta
Total pasien gagal ginjal akut di Indonesia mencapai 324 orang. Dari jumlah itu, 111 orang telah sembuh, 199 orang meninggal dunia, dan 14 orang pasien masih dirawat.
"Jadi ada 14 orang yang masih dirawat, ada di RSCM. Seperti yang saya sampaikan tadi, dia masuk kategori stadium tiga, berarti memang kerusakan ginjalnya cukup parah dengan kondisi-kondisi yang lain," kata Syahril Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril dalam konferensi pers, Rabu (16/11).
Syahril mengklaim kasus gagal ginjal akut mulai melandai sejak Kemenkes mengambil langkah konservatif dengan menyetop seluruh penggunaan obat sirop pada 18 Oktober lalu. Selain itu para pasien diberikan obat antidotum dengan merek Fomepizole.
"Kita sangat bersyukur dalam dua minggu terakhir ini, kasus di tanah air jumlahnya tidak bertambah ya," ujarnya.
Kendati demikian, Syahril tetap meminta seluruh pihak untuk waspada. Ia mewanti-wanti agar orang tua lebih waspada dengan terus memantau jumlah dan warna urin yang pekat atau kecoklatan pada anak.
Apabila urine berkurang atau berjumlah kurang dari 0,5ml/kgBB/jam dalam 6-12 jam atau tidak ada urine selama 6-8 jam, maka pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit.
Selanjutnya, pihak rumah sakit diminta melakukan pemeriksaan fungsi ginjal yakni ureum dan kreatinin.
Apabila hasil fungsi ginjal menunjukkan adanya peningkatan, maka dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk menegakkan diagnosis, evaluasi kemungkinan etiologi dan komplikasi.**Syafira
Berita Terkait :
- Deklarasi G20 Disahkan, Kompak Desak Rusia Angkat Kaki dari Ukraina0
- Erdogan soal Rudal Hantam Polandia: Hormati Rusia, Perlu Investigasi0
- Polisi Telusuri Aliran Dana Penjualan Mobil Keluarga Tewas Kalideres0
- 2 Anggota TNI Kaltara Aniaya Junior hingga Tewas Jadi Tersangka0
- G7-NATO Kutuk Serangan Biadab Rudal Rusia ke Ukraina saat KTT G200
_Black11.png)









