- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
Kenapa Paham ISIS Bisa Masuk ke Indonesia

VokalOnline.Com - ISIS menjadi sorotan usai organisasi masyarakat, Gerakan Reformasi Islam (Garis), mencabut label gereja di tenda pengungsian korban gempa Cianjur, Jawa Barat.
Kepolisian Indonesia kemudian mengonfirmasi bahwa orang yang mencabut label Tim Aksi Kasih Gereja Reformed Injil Indonesia itu merupakan bagian dari ormas Garis.
Aksi pencopotan itu berlangsung di empat wilayah pengungsian di antaranya Desa Cibulakan, Desa Genjot, Desa Talaga, dan Desa Sarampad.
Usai tindakan tersebut viral, rekam jejak Garis tak luput jadi perhatian. Ormas ini dibentuk pada 24 Juni 1998, tak lama usai Orde Baru runtuh.
Dalam penelitian yang berjudul "Gerakan Sosial dalam Transisi Demokrasi" karya Reza Rachmat Ramadhan menyebut, Garis sering dikaitkan dengan gerakan ISIS di Suriah.
Dalam riset itu, Reza menyebut beberapa anggota Garis pernah dipanggil polisi karena diduga terlibat dalam aksi terorisme dan berkaitan dengan ISIS.Terlepas dari itu, mengapa paham ISIS bisa muncul di Indonesia?
Pengamat terorisme Indonesia, Andrie Taufik, mengatakan paham ISIS bisa masuk ke negara ini karena propaganda sejak beberapa tahun lalu.
"Paham ISIS sendiri bisa masuk ke Indonesia karena kampanye dan propaganda sejak 2014-2015 mengenai penegakan Khilafah di Suriah," kata Andrie saat dihubungi
Lebih lanjut, ia menerangkan dahulu tawaran ISIS bagi kelompok dari negara manapun, termasuk Indonesia, sangat menarik yakni konsep hijrah dan sistem khilafah.
Namun, kini daya tawar kelompok yang kerap dianggap radikal itu sangat berkurang.
Andrie juga mengatakan kelompok pendukung ISIS di Indonesia tak banyak.
"Tidak strategis lagi karena semakin lemah dan tidak memiliki dukungan konkret di umat Islam," ungkap dia.
Beberapa tahun lalu, banyak orang Indonesia yang pergi ke Timur Tengah karena tawaran ISIS. Namun, banyak dari mereka pulang dengan kecewa.
Asia Times melaporkan mereka menghadapi kenyataan berbeda yakni kebrutalan dalam skala yang tak mereka siapkan.**Syafira
Berita Terkait :
- Butuh Tenaga Kerja, Jerman Bakal Permudah Syarat Jadi Warga Negara0
- Iran Ancam Timnas jika Ogah Nyanyi Lagu Kebangsaan Lagi di Piala Dunia0
- Gunung Api Terbesar Dunia Mauna Loa Hawaii Meletus, Perdana sejak 19840
- Moskow Klaim NATO yang Cari Gara-gara Kirim Drone ke Rusia0
- China Perketat Keamanan usai Demo, Polisi Cegat dan Cek HP Warga0
_Black11.png)









