- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Media Rusia Sebut soal Risiko Putin Dibunuh jika ke KTT G20 Bali

VokalOnline.Com-- Media Rusia menyebut risiko pembunuhan terhadap Presiden Vladimir Putin meningkat jika hadir secara langsung di konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November.
General SVR melaporkan masalah utama bagi Putin untuk berpartisipasi dalam forum itu adalah soal keamanan.
"Risiko [Putin] menjadi target pembunuhan meningkat secara signifikan. Namun, ini tidak menghentikan Presiden Rusia dan tak memungkinkan membuat keputusan soal partisipasi dalam KTT, ada alasan lain yang lebih nyata," demikian menurut General SVR, Kamis (10/11).
Kedutaan Besar Rusia di Jakarta mengonfirmasi Putin absen dalam pertemuan yang akan berlangsung pekan depan. Delegasi Rusia nantinya akan dipimpin salah satu menteri Moskow.
"Saya bisa mengonfirmasi bahwa Ketua Delegasi Rusia yang bakal hadir di pertemuan G20 adalah Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov," kata Juru Bicara Kedubes Rusia di Jakarta Alexander Tumayakin.
Sementara itu, Kepala Protokol Kedubes Rusia Yulia Tomskaya menyatakan Putin kemungkinan hadir secara daring.
"Agenda Presiden Putin masih dibicarakan, dia mungkin berpartisipasi secara virtual," ujar Tomskaya, seperti dikutip AFP.
Beberapa pekan lalu, Putin disebut menerima laporan yang berisi keinginan sejumlah pemimpin negara, yang berpartisipasi di acara G20, menampar wajah orang nomor satu di Rusia itu dalam pertemuan pribadi.
Menurut General SVR, sikap itu menunjukkan pemimpin itu seorang penjahat perang dan bajingan.
Dia, katanya, menyampaikan rencana itu ke sekutu dekat dan siap langsung menemui Putin.
Menurut beberapa sumber, informasi yang diberikan kepada Putin jelas sesuai dengan kenyataan, niat, dan rencana dia.
Di sisi lain, sebelumnya Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak menuturkan ingin 'melabrak' Putin di G20 gegara invasi negaranya ke Ukraina.
Dalam pernyataan resmi pemerintah Inggris, Sunak mengatakan akan "mengonfrontasi" Putin atau delegasi Rusia yang hadir di forum ekonomi tersebut.
"Tentunya, Perdana Menteri berpandangan bahwa sudah semestinya secara kolektif dengan sekutu kami, kami melawan pejabat Rusia atau perwakilan Rusia yang hadir di G20," kata juru bicara Sunak pekan lalu, seperti dikutip The Telegraph.**Syafra
Berita Terkait :
- Pasukan Rusia Mundur dari Kherson Ukraina, Putin Kalah?0
- Putin Absen, Dubes Ukraina Belum Bisa Pastikan Zelensky Hadir G20 Bali0
- AS Kirim Pesawat Raksasa C-17 Jelang KTT G20 Bali, Apa Fungsinya?0
- Biden Minta Xi Jinping Sama-sama Cari Solusi China-AS di G20 Bali0
- Pasukan Elite Putin KO di Ukraina, Salahkan Komandan Militer Rusia0
_Black11.png)









