- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Pasukan Elite Putin KO di Ukraina, Salahkan Komandan Militer Rusia

VokalOnline.Com-- Pasukan elite Rusia dilaporkan kalah telak dalam pertempuran di Pavlivka, sebelah barat daya Donetsk, Ukraina.
The Moscow Times melaporkan, pasukan elite yang keok di Ukraina itu berasal dari Brigade Infanteri Angkatan Laut Rusia. Dalam laporan itu, para tentara elit menyalahkan para komandan militer mereka.
Pasukan tersebut dikirim ke Pavlivka sejak 2 November sebagai pasukan pemukul. Misi utama mereka adalah mengamankan jalur suplai sehingga aman dari ancaman serangan pasukan Ukraina.
Namun dalam surat yang mereka tulis dan dibocorkan oleh pengamat perang Rusia, Anastasia Kasherova, pasukan elite tersebut mengalami kekalahan telak.
"Kami terlempar ke dalam serangan yang membingungkan," demikian surat yang ditulis prajurit Brigade Infanteri Angkatan Laut Rusia, seperti dikutip dari The Moskow Times.
Koresponden media pemerintah Rusia Alexander Sladkov mengungkapkan surat soal kekalahan pasukan elite itu tanpa mengutipnya secara langsung.
Pasukan marinir dari wilayah Primorye, Vladivostok, kemudian menuding komandan mereka dan kepala distrik militer wilayah timur Rusia memaksakan maju ke Pavlivka tanpa mempertimbangkan kerugian demi mengejar penghargaan pribadi.
"Kami kehilangan sekitar 300 orang yang tewas, terluka, dan hilang dalam empat hari sebagai akibat dari serangan yang direncanakan dan secara seksama oleh para komandan besar," demikian tertulis dalam surat itu.
Analis militer Rob Lee kemudian mengutip laporan dari koresponden perang Rusia, Alexei Sukonkin pada Jumat (4/11) bahwa 63 anggota Brigade itu tewas dalam pertempuran dua hari.
Ia memperkirakan lebih banyak prajurit angkatan laut Rusia telah tewas dibandingkan saat perang Chechnya pada 1990-an.
"Komandan distrik bersama [komandan Brigade] menyembunyikan kenyataan ini karena takut bertanggung jawab. Mereka tak peduli apapun selain pamer. Mereka hanya menyebut tentara sebagai daging [umpan meriam]," demikian tertulis dalam surat itu lagi.
Para tentara yang menderita kekalahan itu kemudian menuduh pemimpin mereka menikmati perlindungan dari Kepala Staf Umum Militer, Valery Gerasimov. Mereka juga meminta Gubernur wilayah Primorye, Oleg Koszhemyako, mengirim komisi independen menyelidiki kelayakan misi di Pavlivka.**Syafira
Berita Terkait :
- Presiden Rusia Putin Dipastikan Tak Hadiri KTT G20 Bali0
- Biden Yakin Xi Jinping Bukan Sekutu Kental Putin Pasti Jaga Jarak0
- Ahli Temukan Terowongan Kuno Diduga Menuju Makam Cleopatra0
- Pemilu Sela AS Diwarnai Ancaman Warga Berpisau di Wisconsin0
- Korsel Beberkan Bukti Korut Diduga Bantu Pasok Rudal ke Rusia0
_Black11.png)









