- Pemilik Akun Sasa Rasa Mak Dilaporkan ke Polisi, Diduga Cemarkan Nama Baik Bupati Kepulauan Meranti
- FORKI Riau Lepas 11 Karateka ke Kejurnas Bandung, Targetkan Medali dari 11 Kelas
- Wako Dumai Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tekankan Pentingnya Generasi Unggul
- Sikat Pengedar, Selamatkan Pelajar: Polsek Tempuling, Satu Informasi Warga Bisa Hancurkan Narkoba
- Kejari Meranti Bebasakan Tersangka Dalam Kasus Restorative Justice
- Wakapolda Riau Ungkap Jaringan Internasional di Polres Meranti Narkotika Jenis Sabu 27 Kilogram
- Wabup Muzamil Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua
- Peringatan May Day di Selatpanjang Berlangsung Kondusif, Buruh Deklarasi Dukung Kamtibmas
- Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
- Selain Gandeng Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Kemenekraf Gandeng Aplikator Lainnya
MGPA Beberkan Penonton MotoGP Mandalika Menurun Dibanding Tahun Lalu

Penonton MotoGP Mandalika 2023 secara total menurun dibanding tahun lalu.
Mandalika, VokalOnline.Com - CEO Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria menjelaskan penurunan jumlah penonton MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix dibanding tahun lalu.
Priandhi menyatakan ada penurunan jumlah penonton secara keseluruhan, namun ia menilai hal tersebut adalah sesuatu yang wajar karena tahun lalu merupakan debut MotoGP Mandalika.
"Kalau total penonton kurang lebih mungkin boleh dibilang sedikit lebih turun dibandingkan tahun lalu ya. Tahun lalu adalah ajang pertama pagelaran Indonesia Grand Prix 2022 semua orang ingin datang, semua orang ingin tahu," ujar Priandhi kepada CNNIndonesia, Sabtu (14/10) di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.
Priandhi menjelaskan pasar penonton MotoGP Mandalika akan mencapai keseimbangan pada penyelenggaraan tahun-tahun mendatang.
Di sisi lain Priandhi juga memastikan MGPA bakal mengemas MotoGP Mandalika sebagai ajang yang bisa menarik minat penonton.
"Di mana-mana event pertama biasanya selalu ramai ya, kemudian di event kedua ke tiga mulai menurun dan nanti naik sedikit-sedikit sampai tercapai keseimbangannya," kata Priandhi.
"Jadi ya ini sedang tahun kedua, kita belajar apakah market-nya di Jakarta atau market-nya di Jawa Timur atau di Bali atau di NTB dan ini setiap market ini kan kita harus sesuaikan caranya supaya cocok bagi target marketnya ya. Jadi ini proses," ucapnya menambahkan.
Menyoal tribune penonton yang tak dibuka untuk umum pada saat latihan hari pertama, Jumat (13/10), Priandhi menjelaskan MGPA masih dalam tahap pembelajaran agar mendapat formula tepat menggaet penonton.
MGPA tak ingin menjiplak mutlak penjualan tiket seperti yang dilakukan tahun lalu, karena memandang ada perbedaan skema jadwal balapan khususnya pada hari Sabtu.
"Ini kan kita juga harus belajar ya, enggak bisa dibuka terus-terusan kalau penontonnya enggak ada. Jadi ya ini kita lagi tahun kedua ini kita lagi belajar nih market-nya apa sih, plus kita tahun kedua nggak bisa nyontek persis tahun lalu karena tahun kedua ini ternyata MotoGP punya event tambahan namanya Sprint Race."
"Jadi kan kita harus lihat nih Jumat seperti apa, Sabtu seperti apa, Minggu seperti apa, tahun depan akan kita kemas lagi sesuatu yang lebih menarik," tuturnya.
Sementara acara tambahan di luar arena balap seperti pameran UMKM, otomotif dan panggung musik tetap diselenggarakan MGPA guna menambah keramaian pelaksanaan MotoGP Mandalika.(fit)**
Berita Terkait :
- Marc Marquez Akhirnya Naik Podium di Balapan Minggu MotoGP 20230
- Momen Pertama dan Terakhir Timnas Indonesia U-23 Tahan Uzbekistan0
- Jadwal MotoGP Jepang 2023, Balapan Siang0
- BREAKING NEWS: Indonesia Raih Medali Emas Perdana Lewat Cabor Menembak di Asian Games 20230
- Dayung Sumbang Medali Pertama Indonesia di Asian Games 20230
_Black11.png)









