Minyak Goreng di Pekanbaru Masih Langka, Harganya Buat Emak-emak Teriak

Publisher Vol/Syu Riau
18 Mar 2022, 16:32:30 WIB
Minyak Goreng di Pekanbaru Masih Langka, Harganya Buat Emak-emak Teriak

Polisi saat mengecek stok minyak goreng kemasan di salah satu gudang distributor di Pekanbaru. IST


Pekanbaru, VokalOnline.Com - Pencabutan subsidi minyak goreng kemasan dan curah oleh pemerintah membuat emak-emak pusing tujuh keliling. Tidak hanya soal harga yang meroket tapi juga pencarian karena masih di Pekanbaru.

Tak hanya pembeli, penjual juga mengaku pusing dengan kebijakan pemerintah yang menyerah mengatasi harga minyak goreng ini. Pasalnya kelangkaan masih berlansung hingga 18 Maret 2022 atau beberapa hari sejak subsidi dicabut.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Pekanbaru, minyak goreng curah per kilonya sudah menyentuh harga Rp17.500. Sementara minyak kemasan jangan ditanya lagi karena sudah Rp47 ribu per dua kilogram.

Pedagang sembako di Pasar Cik Puan Pekanbaru, Jon Haris menyebut dirinya hanya punya beberapa bungkus minyak kemasan lagi.

"Ini tinggal beberapa biji, ngabisin stok, entah kapan datangnya lagi," kata Jon.

Jon menyebut sudah lama distributor tidak masuk ke pasar tradisional. Diapun mengaku berat menjual Rp47 ribu per dua kilogram dan Rp17.500 per kilo karena pembeli selalu mengeluh.

"Ada yang mau, ada juga yang tidak," kata Jon.

Untuk stok minyak goreng curah, Jon menyebut saat ini tinggal tiga jeriken saja. Stok ini segera habis karena pencarinya sangat banyak di pasar tradisional.

"Kalau pakai plastik saya jual Rp17.500, kalau yang bawa jeriken kecil saja jual Rp17 ribu per kilo," kata Jon.

Sementara itu pembeli minyak goreng curah, Yeni, mau tidak mau harus membelinya meskipun harganya meroket karena kebijakan pemerintah ini.

"Banyak betul naik, biasanya minyak curah Rp10 ribu, sekarang segitu," jelasnya.

"Minyak kemasan awalnya Rp28 ribu per dua kilo, sekarang segitu, berapa persen naiknya tu," tambah Yeni.

Meskipun mahal, Yeni mau tidak mau harus membeli karena sudah menjadi kebutuhannya sehari-hari.

"Yang lain juga beli karena terkadang punya usaha gitu, kemudian susah mendapatkannya," kata Yeni. (syu)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment