- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Netflix PHK 150 Karyawan Usai Kehilangan Banyak Pelanggan

Netflix melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 150 karyawan di tengah jumlah pelanggan yang kian menurun. Ilustrasi. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP).
Jakarta, VokalOnline.Com - Netflix melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 150 karyawan usai merugi karena kehilangan pelanggan dalam jumlah besar. PHK ini setara 2 persen dari total 11 ribu karyawan Neflix.
"Sayangnya, kami melepaskan sekitar 150 karyawan hari ini, sebagian besar berbasis di AS," ungkap perwakilan perusahaan kepada CNBC, seperti dikutip pada Rabu (18/5). dilansir dari cnn indonesia.
perusahaan layanan streaming itu menyatakan PHK dilakukan karena perkembangan bisnis, di mana pendapatan perusahaan menurun sejalan dengan berkurangnya jumlah pelanggan.
"Seperti yang kami jelaskan tentang pendapatan, pertumbuhan pendapatan kami melambat berarti kami juga harus memperlambat pertumbuhan biaya kami," jelas manajemen.
Penurunan jumlah pelanggan salah satunya diduga karena ada penyebaran kata sandi pada akun berbayar yang ditawarkan perusahaan.
Saat ini, perusahaan mencatat ada 222 juta rumah tangga yang berlanggan dan 100 juta rumah tangga tambahan melalui layanan berbagi akun. Kendati begitu, manajemen memastikan PHK tidak dilakukan karena kinerja karyawan yang sudah tidak sesuai.
Lebih lanjut, proses PHK akan dilakukan kurang dari sebulan ke depan. Tujuannya, agar perusahaan bisa segera memangkas beban biaya.
"Kami bekerja keras untuk mendukung mereka melalui transisi yang sangat sulit ini," imbuh manajemen.
Di sisi lain, Co-CEO Netflix Reed Hastings mengatakan perusahaan tengah mempertimbangkan tarif layanan streaming yang lebih rendah kepada pelanggan. Harapannya, hal ini bisa mendatangkan pelanggan baru.
Sebab, sejauh ini perusahaan tidak menerima iklan untuk dipasarkan di platform streaming mereka. Alhasil, mereka tidak bisa menggali pendapatan dari iklan.**vol/jn
Berita Terkait :
- Tak Ada Hambatan, Jaksa Agung Jamin Korupsi Exspor CPO Tuntas0
- Harga Anjlok, Gubri Kumpulkan Asosiasi Pengusaha Sawit0
- Sikapi Penurunan Harga Sawit, Ini yang Akan Dilakukan Gubri0
- Dubes Arab Saudi Kirim Hadiah untuk Pemprov Riau0
- Datuk Seri Marwan Dari LAMR Inhu Turun Gunung Menenangkan Suasana Turbulensi PKS0
_Black11.png)









