- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Pantau Penyaluran Dana CSR di Dumai, LPTIC Segera Dibentuk

Dumai, VokalOnline.Com - Sebuah organisasi pemantau dana Corporate Social Responsibilty (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang disalurkan sesuai peruntukannya kepada masyarakat bakal segera dibentuk.
Deklarasi Persiapan Lembaga Pemerhati Transparansi dan Implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (LPTIC) terbentuk di kota Dumai sebagai upaya memaksimalkan implementasi tanggung jawab perusahaan yang berada di kota Dumai.
Menurut Komisioner Ahmad Maritulius Bidang Investigasi kepada beberapa media mengatakan, keberadaan LPTIC sebagai tanggung jawab untuk menjaga, memahami kondisi Kabupaten/Kota di Riau khususnya Kota Dumai tentang keseriusan, kemauan perusahaan untuk menjaga hubungan sosial dengan masyarakat di lingkungannya.
Dalam kesempatan itu, Edi Zulfan menambahkan yang juga mendapat amanah sebagai Komisioner lingkungan hidup LPTIC dan dikenal sebagai aktivis pembela Hak Rakyat Kota Dumai, mengatakan bahwa selama ini penyaluran dana CSR tidak transparan bahkan terjadi simpang siur dan tidak memiliki dampak positif terhadap masyarakat.
Kesempatan yang sama juga disampaikan Ketua HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Nita Ariani S.Kep, Ns, M.Kep yang juga Komisioner Bidang Pendidikan dan Kesehatan menambahkan, LPTIC ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat.
" Betapa pentingnya bantuan dari perusahaan-perusahaan terhadap masyarakat terutama daerah yang terdampak ekosistem laut sehingga ekonomi masyarakat nelayan terganggu dari hasil tangkapan tidak memadai," tegas Nita, Rabu (30/3/2022).(cu)
Berita Terkait :
- Fuja Kesuma Yube Resmi jadi Kader Gerindra0
- Suara Melenial Memandang Politik Kekinian0
- Polisi Tangkap Penembak Warga di Dumai, Senapan Angin Disita0
- Pekerja Pabrik di Dumai Tewas Setelah Diberondong Tembakan di Jalanan0
- Kapolda Tinjau Kilang PT Wilmar Group Kawasan Industri Dumai0
_Black11.png)









