- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
Pasar Ramal The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Lesu di Rp15.727

Jakarta, VoklaOnline.Com - Nilai tukar rupiah dibuka berada di posisi Rp15.727 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Selasa (22/11) pagi. Mata uang Garuda melemah 15 poin atau minus 0,1 persen dari posisi sebelumnya.
Mata uang di kawasan Asia tampak bergerak bervariasi. Tercatat baht Thailand menguat 0,29 persen, dolar Singapura menguat 0,14 persen, dolar Hong Kong menguat 0,02 persen, dan yen Jepang menguat 0,23 persen.
Sementara, yuan China melemah 0,64 persen, rupee India minus 0,2 persen, won Korea Selatan minus 0,08 persen, dan peso Filipina minus 0,15 persen.
Sedangkan, mata uang utama negara maju kompak menguat. Poundsterling Inggris menguat 0,27 persen, euro Eropa 0,19 persen, dolar Kanada 0,12 persen, dolar Australia 0,27 persen, dan franc Swiss 0,17 persen.
Analis DCFX Futures Lukman Leong memproyeksi rupiah melemah terhadap dolar AS hari ini. Pelemahan rupiah ditekan oleh ekspektasi pasar terkait bank sentral AS (The Fed) yang akan terus mengerek suku bunga acuan pada FOMC besok.
"Dolar AS dan imbal hasil obligasi AS kembali naik setelah Presiden The Fed Cleveland Loretta Mester yang senada dengan rekannya di Federal Reserve mengatakan bahwa mereka memerlukan lebih banyak data sebelum berhenti menaikkan suku bunga," tutur Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Ia memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp15.675 sampai Rp15.775 per dolar AS pada hari ini.**Syafira
Berita Terkait :
- Qatar Teken Kesepakatan Pasokan Gas Terpanjang dengan China0
- Harga Kripto Kompak Lesu Dalam Sepekan Terakhir0
- IHSG Diprediksi Lesu Dibayangi Sentimen Kenaikan Bunga The Fed0
- Imbal Hasil Obligas AS Naik, Harga Emas Lesu di Rp975 per Gram0
- Pengumuman UMP 2023 Diperpanjang Hingga 28 November 20220
_Black11.png)









