- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
Pembukaan Piala Dunia U-17 di JIS Tak Boleh Terlalu Spektakuler

JIS bakal menggelar pembukaan Piala Dunia U-17 2023. (AFP/ADEK BERRY)
Jakarta, VokalOnline.Com - Menpora RI Dito Ariotedjo menyebut pembukaan Piala Dunia U-17 2023 yang bakal digelar di Jakarta International Stadium (JIS) tidak boleh terlalu spektakuler.
Pembukaan Piala Dunia U-17 2023 dijadwalkan berlangsung 10 November mendatang. Dito mengatakan FIFA memiliki aturan soal seremoni turnamen junior yang tidak perlu sebesar ajang Piala Dunia senior.
"Belum [ada detail agenda], kemarin dari inspeksi FIFA yang memberi catatan dan kita bereskan lagi. Nanti FIFA datang lagi dan barulah kita mempersiapkan opening dan closing," kata Dito di kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (9/8).
"Tadi Pak Ketua PSSI [Erick Thohir] menyampaikan karena ini U-17 maka ada aturan dari FIFA bahwa tidak boleh terlalu spektakuler. Jadi ada aturan tersendiri setiap level baik di Piala Dunia U-17, U-20 dan senior," ujarnya menambahkan.
Indikator spektakuler yang dimaksud FIFA adalah jumlah penonton dan konten acara selama penyelenggaraan ajang dua tahunan itu. Kemenpora akan membicarakan topik ini setelah FIFA melakukan kunjungan lanjutan pada akhir Agustus mendatang.
"Dari jumlah penonton dan kayaknya dari konten kemeriahan acaranya juga dicek oleh FIFA. Saya belum dapat detail dari FIFA. Yang pasti ini dijaga betul agar tidak begitu spektakuler," ucapnya.
Dito juga menyoroti soal kemungkinan pembatasan penonton demi memenuhi kriteria FIFA soal kemegahan acara. Ia mengisyaratkan bakal mempertimbangkan animo penonton agar keputusan yang diambil dapat tepat guna.
"Ini sedang dibicarakan dengan FIFA. Kalau animonya besar kan sayang juga kalau tidak difasilitasi," ucapnya.
Dito berharap masyarakat tidak memasang harapan tinggi untuk kemeriahan Piala Dunia U-17 2023. Ia menyebut kemungkinan seremoni pembukaan tidak akan semegah Asian Games 2018.
Enggak, enggak [seperti Asian Games]. Asian Games itu spektakuler. Jadi jangan terlalu berekspektasi tinggi," kata dia.
Hal serupa soal pembukaan Piala Dunia U-17 2023 juga disampaikan oleh Ketua PSSI Erick Thohir. Ia mengajak masyarakat tidak membayangkan seremoni sebesar Piala Dunia senior yang sudah terlaksana.
"Pembukaan akan ada di JIS, penutupan ada di Solo. Tapi ini pembukaan jangan berkonotasi seperti World Cup [senior]. Jadi ini tidak sebesar itu," ujar Erick.(vol/fit)**
Berita Terkait :
- Piala Dunia U-17 2023: Rumput JIS Masuk Tahap Observasi0
- 32 Tim Dari 19 SSB Pastikan Menjadi Kontestan Kompetisi UNILIGA 20230
- Plt Bupati Asmar Harap Perbakin Meranti Lahirkan Atlet Menembak0
- Lepas Pawai peserta Tournamen Basketball Meranti Cup 3, Kapten Isnanu, Atlet Meranti Punya Kualitas 0
- Ogah Manjakan Messi, Klub MLS Tolak Ganti Rumput Alami0
_Black11.png)









