- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Pemerintah Luncurkan Global Blended Finance Alliance di KTT G20

Nusa Dua, VokalOnline.Com - Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan Global Blended Finance (GBF) Alliance atau Aliansi Keuangan Campuran Global disela pelaksanaan rangkaian KTT G20 di Nusa Dua, Bali.
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan GBF diluncurkan untuk bisa membangun kapasitas pembiayaan campuran yang lebih baik diseluruh wilayah, baik antar negara, sektor swasta, dan filantropi.
"GBF akan berpusat di Bali dan kami mengajak semua pihak untuk bermitra dengan kami. Kita tidak punya waktu banyak jika ingin mengumpulkan investasi triliunan setiap tahun untuk bumi. Kita perlu melakukan sesuatu untuk generasi berikutnya, termasuk untuk anak cucu kita," ujarnya dalam acara Tri Hita Karana (THK) Sustainable Development Forum 2022 di Nusa Dua, Bali, dikutip, Selasa (15/11).
Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan bahwa GBF juga diperkenalkan dalam G20 Development Working Group sebagai sebuah inisiatif dari Pemerintah Indonesia untuk mendukung tujuan-tujuan kebijakan yang berbasis Prinsip G20.
Selanjutnya, GBF diposisikan untuk membantu meningkatkan pembiayaan campuran di negara berkembang, termasuk negara yang masih kurang berkembang, dan negara-negara kepulauan kecil yang sedang berkembang,dilansir dari cnn indonesia.
Sementara, Executive Lead THK Forum2022 dan Duta Besar Keliling untuk Kawasan Pasifik Tantowi Yahya menyatakan komitmen pendanaan campuran ini menjadi sangat penting dilakukan untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan.
"GBF yang diinkubasi oleh THK Forum sangat penting untuk membuka pendanaan untuk iklim, lingkungan, dan manusia, memperluas dan mereplikasi solusi pembiayaan campuran, membakukan proses transaksi dan berbagi data untuk mengurangi biaya transaksi," jelasnya.
Upaya pencapaian misi GBF dilakukan dengan cara:
- Mengembangkan dokumen persyaratan yang disesuaikan dengan struktur/mekanisme pembiayaan campuran tersebut
- Mereplikasi dan memperluas transaksi pembiayaan campuran yang sudah sukses
- Menjodohkan para pemilik proyek dan pemodal
- Membangun kerangka praktik di antara lembaga keuangan pembangunan nasional dan kawasan di negara-negara berkembang
- Melaksanakan program pelatihan untuk pemerintah, swasta dan filantropi untuk merumuskan campuran pembiayaannya
- Mengajak para pemimpin pembiayaan campuran untuk berbagi pembelajaran dan mendorong inovasi dan reformasi.**Syafira
Berita Terkait :
- Jokowi Ingin G20 Jadi Katalis Pemulihan Ekonomi0
- Kejar Target Nol Emisi Pertamina& ExxonMobil Sepakati Dekarbonisasi0
- Tiga Kapal Negara Siaga di Pelabuhan Benoa Jelang KTT G200
- EBT Jadi Energi Masa Depan PLN Siap Perkuat Smart Grid0
- IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia Makin Suram ke Depan0
_Black11.png)









