- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
Perempuan Gila Buat Heboh Satu Kampung dengan Panjat Tower Tegangan Tinggi

Petugas mengevakuasi wanita ODGJ yang nekat panjat tower di Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Seorang perempuan yang merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) membuat heboh masyarakat di kawasan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Perempuan bernama Yulizar itu nekat memanjat tower listrik bertegangan tinggi pada Senin pagi, 17 Januari 2021.
Memanjat tower sejak pagi, Yulizar akhirnya mau turun beberapa jam kemudian setelah dibujuk oleh petugas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Pekanbaru. Dia mau turun setelah dipanggil "sayang" oleh petugas.
Tidak hanya Basarnas, membujuk korban agar mau turun juga dilakukan oleh personel Polsek Tenayan Raya serta petugas Pemadam Kebakaran Pekanbaru.
Petugas Basarnas Pekanbaru mengevakuasi Yulizar dengan memanjat tower. Petugas menggunakan tali memanjat korban dan membujuknya agar mau turun.
"Aku ndak mau turun, aku takut di penjara," kata Yulizar sebagaimana cerita petugas yang mengevakuasinya.
Petugas terus membujuk Yulizar. Sampai akhirnya, Yulizar mengungkapkan mau turun jika dipanggil sayang.
Hal ini membuat Kapolsek Tenayan Raya Komisaris Manapar Situmeang yang turun ke lokasi bersama warga yang berada di bawah, ramai-ramai memanggil Yulizar dengan panggilan sayang.
"Sayaaaaang, turuuuun," kata Kapolsek dan warga yang turut menyaksikan proses evakuasi.
Petugas Basarnas lalu mengikatkan tali ke tubuh Yulizar. Saat diturunkan, Yulizar sempat pingsan. Tim berhasil sampai ke bawah. Yulizar kemudian dibawa ke rumahnya.
Sekitar lima menit, Yulizar akhirnya sadar. Selanjutnya, ia dibawa petugas ke rumah sakit.
Manapar menceritakan, Yulizar sudah tidak ada di rumah sejak pukul 03.00 WIB. Sang anak yang melihatnya kemudian melihat Yulizar berada di atas tower listrik.
"Anaknya berteriak di bawah memanggil ibunya, dan dilihat oleh warga," kata Manapar.
Menurut Manapar, Yulizar sudah tiga kali naik ke tower itu. Hal itu terjadi karena Yulizar merupakan ODGJ sehingga tidak takut memanjat tower.
"Yulizar sudah pernah dibawa ke rumah sakit jiwa dan dirawat, kami juga berkoordinasi dengan keluarga serta lurah untuk dilakukan perawatan kembali di rumah sakit jiwa," sebutnya.
Saat turun, Yulizar sempat minta maaf ke warga, karena aksinya telah meresahkan. Ia juga melambaikan tangan ke warga saat hendak dibawa petugas ke rumah sakit. (syu)
Berita Terkait :
- Jaksa Jebloskan Dekan Unri Cabul ke Penjara0
- Seorang Nenek di Pekanbaru Jual Emas Bernilai Rp30 Juta Tanpa Sadar0
- Polda Riau Cari Waktu Tepat Limpahkan Dosen Unri Cabul ke Jaksa0
- Kades di Kepulauan Meranti Dituntut 2 Tahun Penjara0
- Kasus Anak Angkat Anggota DPRD Pekanbaru Cabuli Remaja Tetap Lanjut0
_Black11.png)









