- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Peringatan 100 Tahun Wafatnya Kapitan Oi Hitam Dinilai Rekayasa Sejarah Bagansiapiapi,Ini Tanggapan

Rohil, VokalOnline.Com - Hinggar bingar peringatan 100 Tahun wafatnya Letnan Oi Hi Tiam atau dikenal dengan sebutan Kapitan Hitam oleh pihak keluarga anak cucunya,Senin (21/3/2022) kemaren secara meriah dan semarak.
Ditandai dengan hadirnya petinggi Rokan Hilir datangmeraikan helat mengingat 100 Tahun wafatnya penguasa Tionghua di era kolonial Belanda ini ke rumah tua milik pemguasa era koloni Belanda tersebut.
Ternyata dibalik acara dikemas meriah ino menimbulkan berbagai tanggapan dan komentar dari berbagai pihak apa lagi ada kaitan dengan memanipulasi fakta sejarah yang sebenarnya.
Bahkan bagi masyarakat Bagansiapiapi Rohil jika mendengar nama Oi Hi Tam atau Kapitan dikaitkan dengan sejarah peristiwa Bagansiapiapi Tahun 1946 .
Sehingga era reformasi ini seakan-akan peringatan 100 Tahun Letnan Oi Hi Tam kembali membangkitkan sejarah lkelam masa lalu dan melukai perasaan masyarakat Bagansiapiapi.
Banyak komentar di ungkapkan berbagai tokoh masyarakat Bagansiapiapi sejak di gelasnya petingatan tersebut,misalnya apa yang diungkapkan Datuk Syatianto SH Ketua PPM Rohil yang juga Panglima RMB-LHMR Rohil Selasa (22/3/2022) .
"Saya menilai ada yang sengaja memutar balikan fakta, data,sejarah dan bahkan juga menores luka lama, perlu uji fakta dan sejarah,dan ingat ada sejarah kelam terjadi di Bagansiapiapi 1946 lalu, " Tegas Putra Almarhum Sersan (Purn) TNI ini.
"Anak Bagansiapiapi ini banyak S3 bahkan Profesor,kita bawa membedah sejarah lalu secara ilmiah tampa rekayasa,ini terlihat ada panggung yang dimainkan ketika saat ini era keterbukaan, " Ucap Datuk Syarianto SH yajg jasad orang tuanya bersemayam di Taman Makam Pahlawan Bagansiapiapi.
Hal yang sama juga di ungkapkan Zaki Masri tokoh Akademis.muda menyebutkan rasa kecewanya atas terjadinya rekayasa sejarah tersebut.
"Mereka boleh mengklaim soal BRI,RSUD Protomo dan sebagainya,tapi kita boleh bicara psngkat Letnan itu dari mana,siapa mengasi,ada kaitanya dengan Koloni Belanda dan VOC , "Ucap Zaki.
Zaki menambahkan jika mendengar cerita orang-orang tua menceritakan penderotaan dan peristiwa yajlng terjadi di masa lampau.
"Ini tamparan bagi kita semua,kaji siapa sosok itu,Sultan Siak yang pernah mengangkat hanya Datuk di tiga negeri Kubu,Bangko,Tanah Putih, "Ajak Zaki.
Tokoh muda lainya Abu Nawas, tegas memprotes kegiatan peringatan 100 Tanun Oi Hi Tam tersebut, " Jika keluarga saja yang memperingati itu wajar saja,tapi kalau dikaitkan dengan kepemimpinan Kapitan iti,sangat tidak etis,mengapa kita alfa,Kapitan ini siapa,apa kiprahnya untuk NKRI atau Repoblik ini, "Tanya Abu Nawas.
"Saya menggas perlu segera kajian ilmiah dengan mendudukan tokoh-tokoh sejarah,dosen dan pemuka masyarakat di dudukan membahas dengan fakta sejarah sebenarnya, "Ajak Abu Nawas.
Reaksi serupa juga diungkapkan Wan Elvis dan Penggawa Adat Melayu Gagak Hitam Datuk Rangga terpisah juga berharap agar tidak blur dan berimbas kemana-mana perlu ada pembahaskan serius dengan sempena 100 Tahun Kapitan tersebut.
"Apa peranya ke Repoblik ini,apa kita lupa era itu kolonial Belanda, sangat mungkin kaki tangan Beland dan pangkat itu pemberian kolonial atau mungkin dari konsul Tiongkok di Medan, "Ucap Wan Elvis.
"Kita,kami dari beberapa elemen masyarakat dalam waktu dekat akan melayangkan surat atau nota protes secara resmi, " Tegas Datuk Rangga.
Apatah lagi bagi masyatakat Bagansiapiapi sosok panitia dari keluarga Kapitan ini adalah Suswaja Muljadi jelahiran Tanjung Balai Asahan Sumut 10 September 1968 ini trngah bermasaalah ratusan hektar di Teluk Bano I Kecamatan Pekaitan yang sudah ingkrah hukum di Mahkamah Agung RI.(Yan)
Berita Terkait :
- Wakil Bupati Bengkalis menghadiri Rapat Paripurna 0
- Jaminan Kesehatan, 900 Petani Kampar Kiri Hulu Terima Kartu BPJS Ketenagakerjaan0
- Pencari Kayu Bakau Ditemukan Tewas di Sungai Belas Bantan Tengah0
- PUPR Pekanbaru Bersihkan Gorong Gorong Penyebab Banjir0
- Balai Bahasa Riau dan LAMR Rohil Susun Kamus Dwi Bahasa Melayu Rohil0
_Black11.png)









