- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
Petugas Qatar Intimidasi Jurnalis Denmark Jelang Piala Dunia 2022

Jakarta, VokalOnline.Com - Salah satu petugas Qatar mengintimidasi dan mengancam bakal merusak peralatan stasiun televisi Denmark, TV2, saat siaran langsung di jalan di Doha jelang Piala Dunia 2022 pada Selasa (15/11) malam waktu setempat.
Saat insiden terjadi, reporter TV2 Rasmus Tanthold sedang berbicara dengan pembawa berita di Denmark. Tiba-tiba ada tiga orang melaju menggunakan kendaraan listrik di belakangnya.
Mereka juga mencoba menutup lensa kamera.
"Anda mengundang seluruh dunia untuk datang ke sini, mengapa kami tak bisa syuting? Ini tempat umum," kata Tantholdt seperti dikutip The Guardian.
Ia kemudian berujar, "Anda bisa merusak kamera, Anda ingin merusaknya? Anda mengancam kami dengan menghancurkan kamera?"
Setelah insiden itu ramai, penyelenggara mengatakan mereka berbicara dengan Tantholdt dan mengeluarkan imbauan.
"Mengeluarkan nasihat kepada semua entitas untuk menghormati izin pembuatan film turnamen,"demikian menurut penyelanggara piala dunia.
Insiden itu menjadi perbincangan karena menujukkan batasan ketat dalam penyelanggaraan Piala Dunia ini.
Penyelengara Piala Dunia Qatar, Komite Tertinggi untuk Pengiriman & Warisan, kemudian meminta maaf kepada stasiun TV2. Dalam pernyataan resmi, mereka mengaku salah telah menginterupsi jurnalis yang tengah siaran langsung.
"Setelah memeriksa akreditasi turnamen dan izin pembuatan film yang valid dari kru, permintaan maaf dibuat kepada penyiar oleh keamanan di tempat sebelum kru melanjutkan aktivitas mereka," bunyi pernyataan itu.
Denmark selama ini memang kerap melontarkan kritik terhadap Piala Dunia Qatar, mulai dari hak asasi manusia dan perlakuan mereka terhadap pekerja migran bergaji rendah.**syafira
Berita Terkait :
- Temu Xi Jinping di G20, Jokowi Tegaskan RI Dukung Reunifikasi China0
- PM Kanada Trudeau Buka Suara usai Terekam Diomeli Xi Jinping di Bali0
- Biden Disebut Akui Rudal Ukraina yang Hantam Polandia0
- Isi Bocoran Pembicaraan yang Diduga Bikin Xi Marah ke Trudeau di Bali0
- Harga Kripto Kompak Kebakaran0
_Black11.png)









