- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
PLN Ungkap Wacana Subsidi LPG 3 Kg Dialihkan ke Kompor Listrik

Dirut PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan pemerintah berencana mengalihkan subsidi LPG 3 kg ke kompor listrik karena dinilai lebih meringankan keuangan negara. (PLN).
Jakarta, VokalOnline.Com - Pemerintah dan PT PLN (Persero) mengkaji untuk mengalihkan subsidi Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kg ke kompor induksi atau kompor listrik.
Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo mengatakan perubahan ini bertujuan untuk mempercepat penambahan pengguna kompor listrik di dalam negeri. Sehingga ia ingin anggaran untuk subsidi LPG 3 kg dialihkan.
"Kami menggodok program dengan pemerintah bagaimana tadinya subsidi untuk LPG bisa direalisasikan untuk mempercepat penggunaan kompor induksi baik ini untuk pembelian kompor listriknya dan utensilnya sehingga di sini ada pergerseran penggunaan," ujarnya dalam Rapat PMK melalui Youtube Komisi VI yang dikutip Kamis (16/6).
Menurutnya, target penambahan pengguna kompor listrik bisa mencapai 15 juta rumah tangga di tahun ini. Namun, ini tidak bisa dicapai jika tidak ada dukungan subsidi anggaran dari pemerintah sehingga muncul ide untuk menggeser dana subsidi.
Apalagi, dengan mengubah subsidi energi LPG 3 kg ke kompor induksi akan lebih menghemat keuangan negara. Ia menjelaskan, untuk pengadaan kompor listrik dana yang dibutuhkan hanya Rp10.350 per ekuivalen, sedangkan untuk subsidi LPG dibutuhkan sebesar Rp18 ribu per kg.
"Jadi per kg (LPG) dan listrik ekuivalen sekitar Rp7 ribu (hemat). Ini yang sedang kami godok dengan pemerintah," kata dia. Sebab itu, ia berharap ada dana Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dialokasikan untuk pergeseran skema subsidi ini.
"Nah ini sedang kami godok apabila ada masukan PMN digunakan untuk menjadi proyek percontohan transisi dari LPG ke kompor induksi akan segera dimasukkan (ke rencana anggaran PLN)," jelasnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Telkom Ingin NeuCentrIX Jadi Pusat Ekosistem Digital0
- Silaturrahmi dan Sosialisasi Manfaat program BPJS kepada wartawan diKuansing0
- Bakti Sosial, Karamil02/KT Bagikan Sembako0
- Kemarin, Stasiun Matraman Akan Dioperasikan Hingga Miss Global 20220
- Penyelenggaraan Miss Global 2022 Bangkitkan Sektor Parekraf di Bali0
_Black11.png)









