- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
Polda Riau Tangkap 59 Operator Judi Online

Konferensi pengungkapan judi online oleh Polda Riau. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menggrebek sebuah rumah toko (ruko) yang dijadikan sebagai lokasi operator judi online. Dari ruko 38 b Pemuda City Walk, Jalan Pemuda, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru itu, polisi menangkap 59 orang.
Jumlah itu terdiri dari customer service, tele marketing hingga sekuriti. Mereka menjalankan dua situs judi online yang baru beberapa hari beroperasi di Pekanbaru.
Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto menyebut semua orang itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dari jumlah itu, 51 di antaranya merupakan perempuan yang berperan sebagai tele marketing dan customer service.
Dalam kasus ini, penyidik menetapkan pria bernama Ferry sebagai buronan. Dia diduga sebagai otak pelaku dan pemodal serta pembuat situs judi online untuk dioperasikan di Provinsi Riau.
"Ferry ini yang meminta tersangka Hendri membuka judi online bersama Sofyan," kata Sunarto didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Teddy Ristiawan SIK, Senin petang, 18 Oktober 2021.
Sofyan ini bertugas merekrut puluhan pekerja. Kemudian ada tersangka lain, Martoni yang bertugas sebagai pengawas pekerjaan tele marketing dan customer service.
"Situs judinya adalah Jaya89.net dan AFK77," kata Sunarto.
Dalam operasinya, tersangka Ferry mengirimkan 5.000 nomor telepon setiap hari kepada puluhan tele marketing. Selanjutnya, nomor yang entah dari mana diperoleh itu dihubungi tele marketing melalui pesan singkat atau ditelepon.
Para warga dibujuk ikut berjudi secara online. Warga yang tertarik cukup membuat ID yang dibuat oleh customer service dengan deposit mulai Rp30 ribu hingga Rp1 juta.
Selanjutnya warga bisa bermain dengan taruhan Rp200 ribu. Dari dua situs tadi ada ragam permainan yang ditawarkan dan warga yang sudah mempunyai akun bisa bermain.
"Permainan secara otomatis, kalau menang uang bisa dicairkan dan kalau kalah uang hilang," kata Sunarto.
Sunarto menyebut dua situs ini beroperasi di Pekanbaru sejak 10 Oktober 2021. Selama beroperasi itu sudah ratusan juta di peroleh dari ratusan warga yang membuat ID.
"Omset per hari Rp20 juta per hari," kata Sunarto.
Sementara itu, Kombes Teddy menyatakan kasus ini masih dikembangkan meskipun sudah menjerat lebih dari 50 orang. Terutama wilayah operasi dua situs ini, apakah di Riau saja atau daerah lainnya.
"Termasuk melacak dari mana Ferry mendapatkan ribuan nomor warga," kata Teddy. (syu)
Berita Terkait :
- Mati Terjerat Lagi, Kepunahan Harimau Sumatra di Riau Makin Dekat0
- Tim PWI Pelalawan Bungkam Pemcam Pangkalan Kuras0
- Langkah Riau Hadapi Ancaman Ketiga Gelombang Covid-190
- Sedihnya Murid dan Guru SDN 118 Lihat Tempat Belajar Hangus Terbakar0
- Nelayan Rohil Keluhkan Minimnya Tangkapan Ikan, Ini Sebabnya?0
_Black11.png)









