- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Polres Kep . Meranti Himbau Tidak Menjual Mainan Pistol Peluru Plastik
.jpg)
Meranti, VokalOnline.Com - Sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pada pelaksanaan perayaan Idul Fitri 1444 H tahun 2023. Polres Kepulauan Meranti melaksanakan Himbauan kepada pemilik toko permainan anak anak di kota Selatpanjang, Kamis (13/4).
Kegiatan himbauan tersebut sebagai langkah antisipasi beredarnya penjualan permainan pistol berpeluru plastik. Kasat Intelkam Polres Kep. Meranti melalui Pejabat Sementara Kepala Unit Keamanan Bripka Robianto mengatakan, kita melakukan giat himbauan kepada pemilik toko mainan anak anak agar tidak menjual Pistol mainan yang menggunakan peluru plastik yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat pada saat Hari Raya Idul fitri.
"Ya, ini sebagai bentuk antisipasi kamtibmas selama Hari Raya Idul Fitri. Permainan pistol berisikan peluru plastik ini selain membahayakan anak anak juga menimbulkan kerawanan dan keresahan masyarakat," kata Bripka Robianto.
Seperti tahun perayaan sebelumnya, ucap Robianto, permainan pistol plastik ini sering dijual mendekati hari raya besar umat Islam. Pistol ini dijadikan permainan perang bagi anak anak dan para remaja di tempat umum pada saat Hari Raya.
Dikatakan Robianto, perang pistol plastik ini selain menganggu aktifitas perayaan juga menimbulkan kerawanan seperti terjadi nya tawuran antar kelompok remaja.
"Kita sudah menjumpai langsung pemilik toko permainan anak anak. Pemilik toko bersedia untuk tidak menjual pistol plastik dan menempel poster tidak menjual pisto di depan toko," sebut Robi.
Sementara, pemilik toko yang sudah mendapatkan himbauan dari pihak Kepolisian, toko Sayang Anak dan toko Ati mengikuti arahan dan himbauan yang sudah disampaikan.
"Ya, kita sudah tempel kertas tulisan di depan toko. Toko kita tidak menjual mainan pistol peluru plastik menjelang hari raya ini," kata salah seorang pemilik toko.(Bom)
Berita Terkait :
- Gubri Syamsuar Mediasi PT PEU Dengan Masyarakat Kabun dan Tapung0
- Gubri Syamsuar Mediasi PT PEU Dengan Masyarakat Kabun dan Tapung0
- Pertikaian Elit Politik Riau, Saiman: Hentikanlah, Tak Ada Manfaat Bagi Masyarakat 0
- Danramil Bersama Disprindag Pantau Langsung Kebutuhan Bahan Pokok Jelang Lebaran0
- Sobat Si Dul Polsek Rangsang Bantu Balita Stunting di Tanah Merah0
_Black11.png)









