- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Presiden Tepati Janji Perbaiki Sanitasi Keluarga Stunting

Medan, VokalOnline.Com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan Presiden RI Joko Widodo telah menepati janjinya untuk memperbaiki sanitasi keluarga yang berisiko terkena stunting.
“Kalau rumah ini tidak ada septic tank, kalau banjir rob kan fesesnya naik. Kalau fesesnya naik kan bakteri e-coli di feses nanti ada diare, jadi habis rob mereka diare, sakit maka bisa dipahami (itu penyebab stunting-nya),” kata Kepala BKKBN saat ditemui ANTARA di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat.
Perbaikan sanitasi dilakukan saat memperingati Hari Keluarga Nasional ke-29 tahun 2022 dengan lokasi revitalisasi di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Sumatera Utara, sebagai bentuk keseriusan negara melindungi anak dari stunting.
Berdasarkan data dari Pendataan Keluarga (PK21) di Kelurahan Bagan Deli, jumlah keluarga yang terdata tinggal di daerah itu ada sebanyak 3.657 keluarga, dengan jumlah keluarga berisiko stunting mencapai 1.795 keluarga.
Sementara jumlah keluarga yang berisiko stunting dan memiliki perekonomian kategori miskin ada sebanyak 1.587 keluarga.
Dalam kunjungannya ke Kelurahan Bagan Deli pada Kamis (7/7), Presiden Joko Widodo bersama BKKBN, Kementerian PUPR dan pihak-pihak terkait melakukan bedah rumah guna dijadikan rumah percontohan bagi warga sekitar dalam membangun rumah yang layak huni bagi keluarga.
Terdapat tiga rumah yang sudah direvitalisasi. Tetapi nantinya, revitalisasi akan dilakukan di 24 rumah terpilih milik keluarga yang berisiko stunting tinggi.
Menurut Hasto, upaya yang dilakukan Presiden adalah langkah untuk melindungi anak dari stunting serta faktor-faktor yang dapat menurunkan kualitas kesehatan anak seperti terkena diare akibat bakteri E-Coli yang terbawa banjir rob.
Hal itu penting dijadikan sebagai salah satu fokus pengentasan stunting karena lingkungan kumuh berkontribusi sebesar 75 persen berpengaruh terhadap terjadinya stunting pada anak.
“Jadi kalau lingkungan dibiarkan kumuh, tidak punya jamban dan lainnya maka itu kontribusinya 75 persen jadi stunting," ujar Hasto.
Presiden RI Joko Widodo sendiri sudah meninjau langsung lokasi dan menyatakan akan segera membangun sebuah tanggul yang dapat melindungi perumahan warga dari banjir rob yang selalu membawa sampah dan kotoran masuk ke dalam rumah.
"Nantinya Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR akan kebagian penataan kawasannya. Jadi air bersihnya, sanitasinya, jalan kampungnya, semuanya akan ditata biar lebih sehat dan baik dan kemiskinan ekstrim yang ada disini juga bisa terentaskan,” kata Presiden. **Fira
Berita Terkait :
- Epidemiolog UI Tidak Setuju Penyebutan Penyakit Hepatitis Misterius0
- HUT Bhayangkara Ke 76 Tahun 2022, JMSI Apresiasi Kapolda Sumut0
- Ketua Presidium FPII Kasih hati APH berlaku Zolim Kepada Wilson Lalengke0
- Integrasi Sawit-Sapi Jadi Pilihan, Guna Penuhi Pasokan Daging Nasional0
- 37 Anggota DPRD Inhu Dilonggok Dalam Satu Pansus Minta Dibubarkan dan Paripurna Ulang0
_Black11.png)









