- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
Produser Beber Alasan Black Panther 2 Didominasi Karakter Perempuan

Jakarta, VokalOnline.Com - Black Panther: Wakanda Forever mengisahkan kehidupan Wakanda setelah kematian Raja T'Challa (Chadwick Boseman).
Nasib bangsa itu kini berada di tangan para petinggi kerajaan yang didominasi perempuan, mulai dari Shuri (Letitia Wright) hingga Okoye (Danai Gurira).
Nate Moore selaku produser Black Panther 2 mengungkapkan cerita dalam film tersebut berpusat pada perempuan karena mereka adalah orang-orang yang paling terdampak atas kepergian T'Challa.
"Itu kisah yang paling tepat untuk diceritakan. Maksud saya, mereka adalah karakter yang paling terdampak atas kepergian T'Challa sehingga kami fokus pada orang-orang yang tepat," kata Moore dalam konferensi pers, Sabtu (29/10).
"saya pikir ini bukan tentang mendorong perempuan untuk maju atau menahan laki-laki. Ini tentang menceritakan kisah yang organik," lanjutnya.
Nate Moore mengatakan cerita itu dipilih karena kehidupan Shuri, Okoye, Nakia (Lupita Nyong'o) hingga Ramonda (Angela Bassett) penting untuk dikulik sepeninggal T'Challa.
Moore bersama dengan Ryan Coogler selaku sutradara dan penulis Black Panther 2 juga enggan menampilkan karakter laki-laki baru hanya karena terpaksa atau demi keseimbangan belaka.
"Tidak menyoroti mereka [karakter perempuan] hanya akan merugikan aspek cerita," tutur Moore.
"Jika kita harus memasukkan beberapa karakter laki-laki baru hanya untuk memiliki suara itu, itu akan tampak lebih normatif daripada hanya menceritakan kisah yang kami ceritakan," lanjutnya.
Sementara itu, Ryan Coogler mengibaratkan kepergian T'Challa sebagai 'ledakan' yang berdampak pada orang-orang terdekatnya. Ia pun memutuskan untuk mengeksplorasi akibat yang dirasakan para karakter dari ledakan itu.
"Ketika Anda kehilangan seseorang, ada ledakan yang meluas. Itu seperti bom yang meledak. Siapa yang paling dekat dengannya, itulah yang kami jelajahi," ungkap Coogler.
Black Panther: Wakanda Forever merupakan film kedua Black Panther yang melanjutkan kisah bangsa Wakanda setelah T'Challa wafat. Film ini masih ditulis dan disutradarai Ryan Coogler.
Sekuel ini dibintangi oleh Letitia Wright, Lupita Nyong'o, Danai Gurira, Winston Duke, dan Angela Bassett. Film ini juga bakal menjadi debut Dominique Thorne sebagai Riri Williams alias Ironheart, superhero muda yang bakal menjadi anggota Young Avengers.
Selain itu, Black Panther 2 juga menjadi debut Tenoch Huerta sebagai Namor di semesta Marvel Cinematic Universe (MCU). Namor merupakan penguasa bangsa Talocan, bangsa yang dikenal sebagai surga di bawah laut.
Namor muncul untuk membela Talocan karena kelangsungan hidup bangsanya terancam akibat kehadiran Wakanda. Masalah itu sekaligus menjadi konflik antara Wakanda melawan Talocan.**syafira
Berita Terkait :
- Microburst Hujan bak Air Terjun dari Langit bukan via Talang Air0
- Realme 10 Resmi Dirilis Rp2 Jutaan Diklaim 3 Tahun Tetap Stabil0
- Ahli Temukan Penyebab Pria 59 Tahun Idap Covid-19 400 Hari Lebih0
- Ahli Temukan Terowongan Kuno Diduga Menuju Makam Cleopatra0
- Indeks Harga Produsen China Turun untuk Pertama Kali Sejak 20200
_Black11.png)









