- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
Rusia Klaim 150 Tentara Ukraina Menyerah usai Digempur
.jpg)
Rusia mengklaim bahwa lebih dari 150 pasukan Ukraina menyerah di tengah gempuran sejak Kamis (24/2). (Reuters/Carlos Barria)
Jakarta, VokalOnline.Com - Rusia mengklaim bahwa lebih dari 150 pasukan Ukraina menyerah di tengah gempuran sejak Kamis (24/2). Mereka juga mengklaim berhasil melumpuhkan 118 fasilitas militer Ukraina.
"Selama pertarungan, lebih dari 150 prajurit dari berbagai struktur kekuasaan Ukraina meletakkan senjata dan menyerah," ujar Konashenkov, sebagaimana dikutip media Rusia, RIA Novosti, pada Jumat (25/2). Lebih lanjut, ia menjabarkan bahwa di wilayah Pulau Ular, tercatat 82 prajurit menyerah.
"Mereka secara sukarela menyerah kepada Angkatan Bersenjata Rusia," ucap dia.
Sebagaimana dilansir The New York Times, Konashenkov juga menyatakan Rusia berhasil melumpuhkan 118 fasilitas militer Ukraina, di antaranya 11 pangkalan udara dan 11 sistem rudal.
Ukraina dibombardir Rusia setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan operasi militer ke Donbas, wilayah Ukraina Timur yang dikuasai kelompok separatis.
Namun kemudian, pasukan menyerang Ukraina melalui tiga sisi, yakni dari Belarus di utara, perbatasan Rusia di timur, dan Crimea di selatan.
Pasukan Moskow juga telah bergerak ke hampir seluruh kota strategis di Ukraina. Mereka telah menguasai fasilitas nuklir Chernobyl, Pulau Ular, dan sejumlah wilayah lain. Kini, mereka dilaporkan semakin dekat ke pusat ibu kota.
Sementara itu, menurut Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, pasukan Kiev akan berusaha semaksimal mungkin untuk melawan Rusia dan melindungi warga sipil. Ia juga mengatakan akan terus bertahan di Ukraina.
Pertempuran antara pasukan Rusia-Ukraina terus berkobar hingga sekarang dan menimbulkan korban jiwa. Hingga kini, menurut data pemerintah Ukraina, 137 orang tewas.**vol/jn
Berita Terkait :
- Pasukan Rusia Dekati Kiev dari 2 Sisi, Ibu Kota Ukraina Kian Terkepung0
- Prancis desak warganya segera tinggalkan Ukraina0
- Ribuan Mobil Harga Miliaran Terjebak di Kebakaran Kapal Kargo0
- Jokowi Dorong Sinergi dan Kolaborasi G20 Hadapi Ketidakpastian Global0
- Prabowo Gugat Balik 2 Perusahaan Asing soal Denda Sewa Satelit0
_Black11.png)









