- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Rudal Hipersonik Iran Bisa Tembus Iron Dome, Israel Makin Ketar-ketir

VokalOnline.Com-- Iran tengah mengembangkan rudal hipersonik yang diyakini bisa menembus sistem pertahanan udara Iron Dome musuh bebuyutannya, Israel.
Kemajuan Teheran ini membuat Israel dan Amerika Serikat semakin ketar-ketir.
Tel Aviv bekerja sama dengan Washington untuk menghalau ancaman rudal hipersonik Iran.
Israel memiliki sejumlah sistem pertahanan antirudal, seperti Iron Dome, Arrow 3, Arrow 2, David's Sling, dan sistem laser Iron Beaam
Namun, sistem semacam itu tak sanggup mencegah rudal hipersonik Iran, seperti dikutip dari Jerusalem Post.
Menanggapi ancaman tersebut, Agensi Pertahanan Rudal (MDA) Israel mengajukan anggaran US$225 juta dalam dana fiskal 2023. Selain itu, Tel Aviv dan Washington juga telah menandatangani perjanjian pertahanan rudal.
MDA selama ini bekerja keras mengembangkan pencegat rudal Glide Phase Interceptor (GPI) untuk menyerang rudal hipersonik Iran.
GPI akan mencegah rudal musuh saat fase terbang. Sistem ini juga bisa menghancurkan peluru kendali yang sulit dilacak.
Program ini akan melihat sistem berlapis-lapis yang akan menyatukan sensor berbasis satelit, radar darat, dan lainnya untuk menemukan, melacak, dan mencegat rudal hipersonik.
Sebelumnya, Iran mengumumkan telah mengembangkan rudal hipersonik yang bisa menembus setia perisai pertahanan rudal.
Komandan Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Amir Ali Hajizadeh mengatakan rudal tersebut memiliki kecepatan tinggi dan bisa bermanuver masuk-keluar atmosfer.
"Ini akan menargetkan sistem anti-rudal canggih musuh dan merupakan kemajuan besar di bidang rudal," kata Hajizadeh.
Menurut dia, rudal baru tersebut dapat menembus sistem pertahanan udara yang canggih.
Rudal hipersonik menimbulkan ancaman karena mereka terbang lima kali lebih cepat dari kecepatan suara. Peluru kendali ini juga memiliki jalur penerbangan yang kompleks dan variatif sehingga sulit dicegat.
Rudal-rudal itu juga bisa membawa hulu ledak nuklir.
Iran memiliki lebih dari 1.000 rudal balistik jarak pendek dan menengah. Mereka juga terus bekerja mengembangkan program rudal dan meningkatkan pengayaan nuklirnya.**Syafira
Berita Terkait :
- AS Bocorkan Rencana Rusia Uji Coba Torpedo Nuklir0
- Zelensky Klaim Pasukan Ukraina Rebut 41 Permukiman di Kherson0
- Luhut soal Putin-Zelensky Absen di KTT G20: Mungkin Sibuk0
- Media Rusia Sebut soal Risiko Putin Dibunuh jika ke KTT G20 Bali0
- Pasukan Rusia Mundur dari Kherson Ukraina, Putin Kalah?0
_Black11.png)









