Sekelompok Pereman Sengaja Rekam dan Pojokan TNI Yang Lakukan Pengamanan Kebun di Inhu
Jual Kaplingan Plasma, Kembali Lakukan Perampasan Kebun

Publisher Vol/Zul Riau
17 Jan 2023, 11:06:03 WIB
Sekelompok Pereman Sengaja Rekam dan Pojokan TNI Yang Lakukan Pengamanan Kebun di Inhu

Aksi peremanismen dilakoasi kebun PT Tugu Palma Sumatera Desa Payarumbai Kabupaten Inhu.


Inhu, VokalOnline.Com - Aksi premanisme penguasaan kebun kelapa sawit milik PT Tugu Palma Sumatera (PT TPS) oleh sekelompok preman kembali terjadi di Desa Payarumbai Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri hulu (Inhu)-Riau. Aksi pengrusakan kebun dan pencurian Tanda Buah Segar (TBS) yang sudah dilaporkan kepada Polres Inhu tidak kunjung membuat para preman tersebut berhenti melakukan tindakan penguasaan kebun.

Secara membabi buta, para preman yang membawa senjata tajam berbagai jenis ke kebun sawit PT TPS di Desa Payarumbai Senin (16/1/2023), terlihat melawan tenaga pengamanan kebun yang dimohonkan perusahaan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). 

"Preman yang melakukan upaya perampasan kebun sawit PT TPS di Payarumbai tersebut, terlihat memaki maki dan menyebut perkataan tidak pantas kepada TNI yang sedang mengamankan kebun saat itu, bahkan dengan sengaja direkam dan diviralkan aksinya melecehkan TNI tersebut.

Aksi peremanisme tersebut sudah berlangsung selama 1 tahun, bahkan polisi tidak berani melakukan tindakan kepada para terlapor. Sebelumnya aksi perusakan kebun sawit dan pemanenan perkebunan sawit yang di tanam oleh perusahaan perkebunan PT Tugu Palma Sumatera, dilakukan claem oleh kelompok preman tersebut menggunakan dua unit alat berat oleh masyarakat tersebut dibantu oleh Siti Aisyah yang pernah calon bupati Inhu tahun 2020 lalu.

"Hadirnya TNI ke lokasi perusahaan perkebunan PT Tugu Palma Sumatra adalah mengamankan pencuri buah sawit di kebun PT Tugu Palma Sumatera di Desa Payarumbai, yang sebelumnya sudah dilaporkan ke polres Inhu atas penyerobotan dan perusakan lahan serta pencurian buah sawit di PT Tugu Palma," ujar Kopral Priayong Oktaris anggota TNI dari Kodim 0302 Inhu.

Disampaikan Ayong, sengaja dilakukan fitnah dan diedarkan Vidio dengan berbagai narasi kalau TNI melawan masyarakat. "Apa isi narasi yang dibuat dan disebarkan bersamaan dengan vidio itu via WhatsApp Grup dan Facebook terbalik dari fakta, TNI di fitnah atas Vidio tersebut, saat ini saya masih melakukan pengamanan kebun sawit PT Tugu Palma Sumatera dari aksi pencurian TBS," jelas Ayong.

Selanjutnya kata Ayong, dirinya melakukan pengamanan kebun PT Tugu Palma Sumatera berkoordinasi dengan pihak manajemen perusahaan dan dirinya diberikan tanggung jawab terhadap kebun sawit tersebut.

"Saya atas nama Kopral Pri Ayong Oktaris telah dicemarkan nama baik saya dan Institusi TNI merasa dirugikan. karena berita yang beredar di media tidak sesuai fakta dilapangan. Kehadiran di PT Tugu Palma Sumatra hanya sebagai mengamankan kebun dari pencurian TBS dengan aksi premanisme," jelas Ayong.

Sedangkan fakta dilapangan aksi anarkis oknum yang mengatasnamakan masyarakat, merupakan pelaku yang sudah dilaporkan ke Polisi dan aksi premanisme mengatasnamakan tanah masyarakat sebagai modal untuk melakukan penguasaan kebun.

"Sedangkan tanah kebun tersebut sudah 100 persen di perjual belikan oleh masyarakat yang ada dalam daftar pemilik kebun, aksi premanisme ini hanya dilakukan sekelompok orang yang sudah menjual kebun atas nama mereka. mereka tak bertanggung jawab kepada pihak yang sudah pembeli, termasuk atas nama Poni Pasaribu juga menjual tanah puluhan hektar senilai Ratusan juta dilokasi kebun sawit yang ditanam oleh PT Tugu Palma Sumatera.

Sementara itu Diana, salah satu korban pembelian kebun sawit di Desa Payarumbai kepada Poni Pasaribu mengatakan, dirinya merasa sangat dirugikan dan merasa tipu oleh buk Poni senilai ratusan juta, sejak beli kebun sampai tahun 2023 lebih dari 7 tahun Poni Pasaribu belum memberikan kebun yang sudah dijualnya tersebut.

"Poni susah dihubungi, saya akan melaporkan Poni Pasaribu ke Polres Inhu atas dugaan penipuan yang saya alami," ujar Diana. **Ram

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment