- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Spanyol Naikkan Batas Usia Maksimum Penerima Vaksin AstraZeneca

vaksin-AstraZeneca/kabar24
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Spanyol menaikkan batas usia maksimum bagi para penerima vaksin AstraZeneca dari 55 menjadi 65 tahun. Vaksin ini sempat ditolak oleh sejumlah negara di Eropa karena masalah keamanan.Saat AstraZeneca disetujui oleh regulator Uni Eropa untuk digunakan pada Januari lalu, Spanyol menyatakan vaksin itu hanya akan digunakan pada mereka yang berusia di bawah 55 tahun karena kurangnya data uji coba pada kelompok usia yang lebih tua.
Namun sejak itu, lebih banyak data uji coba telah menunjukkan kemanjuran vaksin, dan negara lain telah memperluas penggunaan vaksin untuk orang tua."Batas usia yang ditetapkan 55 tahun dihapuskan dan batas tersebut diperpanjang menjadi 65 tahun," kata Menteri Kesehatan Carolina Darias dikutip saat konferensi pers menyusul pertemuan dengan departemen kesehatan regional.Keputusan itu diambil dua hari sebelum Spanyol akan melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca setelah regulator obat UE menganggap suntikan itu aman dan efektif.Senin sebelumnya, Spanyol dan beberapa negara Eropa lainnya menyatakan akan menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca. Keputusan ini diambil setelah ada laporan yang mengaitkannya dengan pembekuan darah pada sejumlah kecil orang.
(AFP/pmg)Berita Terkait :
- AS Sanksi Pejabat China atas Pelanggaran HAM0
- Pangeran William Anggap Harry Menghina Ratu Elizabeth0
- Malaysia Dukung Presiden Jokowi Untuk Rapat ASEAN Soal Myanmar0
- Palestina Data Partai Peserta Pemilu0
- Filipina Menuding China Melakukan Invasi0
_Black11.png)









