- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Sri MulyaniSri Mulyani Pede RI Masih Kuat Meski PDB Negara Maju Bakal Lesu

Jakarta, VokalOnline.Com - Menteri Keuangan Sri Mulyani optimis ekonomi Indonesia masih kuat di tengah melemahnya perekonomian negara maju, seperti Inggris.Ia mengatakan perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut disebabkan kebijakan moneter bank sentral yang menekan laju inflasi tinggi. Bahkan, tak menutup kemungkinan negara itu bakal mengalami resesi di tahun depan."Proyeksi dari pertumbuhan ekonomi tahun ini dan tahun depan diperkirakan akan lebih lemah, bahkan kemungkinan terjadi resesi. Ini terjadi terutama di Eropa, Inggris, dan beberapa negara yang memang harus melakukan berbagai macam kebijakan pengetatan, baik di sisi moneter dan fiskalnya," ujarnya dalam acara Leaders Talk PLN 2022, Rabu (26/10),dilansir dari cnn indonesia. Bendahara negara ini menuturkan perekonomian yang melambat tercermin dari proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF). Misalnya, perekonomian Amerika Serikat, Eropa, China dan emerging market lainnya bakal lesu di tahun ini dan tahun depan.
Meski demikian, kondisi perekonomian Indonesia perlu disyukuri karena tetap kuat walau dibayangi oleh berbagai ancaman, mulai dari pandemi yang belum berakhir, hingga perang Rusia-Ukraina."Kondisi Indonesia sekarang ini momentum dari pemulihan ekonomi masih kuat. Itu kita syukuri dan sekaligus harus tetap kita jaga," imbuhnya. Ia menjelaskan perekonomian Indonesia masih kuat ditopang oleh kinerja ekspor yang tetap tinggi di tengah berbagai tekanan global. Kinerja yang positif ini menyebabkan neraca pembayaran dan current account surplus.
"Ini memberikan daya tahan yang relatif lebih baik pada saat dunia mengalami perubahan, terutama dari sisi arah kebijakan," jelasnya. Selain itu, inflasi di Tanah Air relatif kecil dan jauh lebih baik dibandingkan banyak negara lainnya. Semua berkat kebijakan fiskal yang ditempuh pemerintah, sehingga dari sisi moneter tak perlu seagresif negara lain.Kendati, pelemahan ekonomi banyak negara menjadi tantangan dan risiko bagi Indonesia. Ini lah yang perlu tetap diwaspadai pemerintah untuk terus mendorong dan menguatkan motor penggerak perekonomian dari dalam negeri. "Semua negara sedang menghadapi inflasi yang tidak mudah dan perekonomian yang lemah, Indonesia juga harus waspada," pungkasnya.**syafira
Berita Terkait :
- Daftar 11 Bahan Pokok yang Akan Dikuasai Negara0
- Satgas TMMD Ke-115 Kodim 0313/KPR Lanjutkan Rangkai Besi Cor Lantai Jembatan0
- Satgas TMMD Ke- 115 Kodim 0313/KPR Kejar Target Semenisasi Jalan Bersama Warga0
- Berkat Kegigihan Satgas TMMD Ke-115, Semenisasi Jalan Sudah Menampakkan Hasil0
- SatgasTMMD Kebut Pengerjaan Pembangunan Lapangan Volly di Sasaran 20
_Black11.png)









