Warga Apresiasi Migrasi TV Digital, Diskominfosanti Buleleng Cek Kekuatan Jangkauan Sinyal Siaran

Publisher Syafira Lacitra Amanda Teknologi
28 Mei 2022, 20:03:18 WIB
Warga Apresiasi Migrasi TV Digital, Diskominfosanti Buleleng Cek Kekuatan Jangkauan Sinyal Siaran

Bali, VokalOnline.Com– Migrasi siaran dari televisi analog ke siaran televisi digital secara bertahap dimulai akhir April hingga November 2022. Bali termasuk wilayah pertama yang terkena program ini dan salah satunya di kabupaten Buleleng.

Diungkapkannya, dalam sosialisasi pemerintah melalui media elektronik, dalam siaran televisi digital pemilik televisi analog tetap bisa menikmati siaran televisi digital tanpa harus membeli televisi baru. Masyarakat cukup menggunakan alat bantu yang Bernama set top box (STB) yang dipasang di pesawat televisi lama. Penghentian siaran televisi analog atau peralihan ke siaran digital analog Switch-Off atau ASO dilakukan dengan sejumlah alasan, salah satunya demi efisiensi frekuensi.

Migrasi siaran dari televisi analog ke siaran televisi digital di Kabupaten Buleleng terus dipantau jangkauan siarnya guna memastikan sinyal digital. Pemantauan dipimpin langsung Kepala Dinas Kominfosanti Ketut Suwarmawan beserta tim di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Sukasada dan Buleleng.

Kadis Suwarmawan mengatakan Migrasi televisi analog ke televisi digital merupakan tuntutan perubahan jaman, di mana sekitar 60 tahun yang lalu kita menonton televisi analog maka inilah momentum perubahan besar itu yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Sesuai regulasi Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2019, pemerintah sudah mulai bermigrasi sinyal televisi digital secara bertahap.

“Untuk di Bali dan Buleleng pada khususnya migrasi ini ada di tahap 1 dan analog switch off (ASO) pada tanggal 30 April tahun ini, kita ingin mengecek sinyal televisi digital di sejumlah daerah di Kabupaten Buleleng,” ujarnya.

Lebih jauh, Kadis Suwarmawan mengatakan pemantauan migrasi sinyal televisi digital penting dilakukan untuk dapat nantinya diinformasikan kepada masyarakat.

“Di daerah Sukasada, siaran televisi didapat sinyal televisi digital. Hanya dengan perangkat antena dan Set Top Box (STB) bisa menangkap siaran televisi digital dan khusus smart televisi tidak perlu STB, hanya antena saja,” jelasnya.

Kadis Suwarmawan tidak memungkiri adanya daerah blank spot sinyal, hal ini dikarenakan topografi daerah Buleleng yang sangat berat dan berbukit. Namun secara umum wilayah Buleleng bisa menerimal sinyal televisi digital.

Hanya saja program ini tak segera diimbangi dengan kepemilikan set top box (STB) yakni alat utama bagi warga yang meggunakan televisi analog. Warga Bali pada umumnya dan warga Buleleng pada khususnya yang memiliki STB masih minim karena mereka masih mementingkan keperluan sembakonya. Guna memastikan siaran televisi digital dapat dinikmati seluruh masyarakat, Kemkominfo akan menyalurkan bantuan set top box bagi rumah tangga miskin.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Kampung Bugis dua Kelurahan kampung Bugis Kecamatan Buleleng Bapak Lubis mengatakan, program televisi digital masih menjadi tanda tanya ditengah masyarakat. Masih banyak yang belum paham dengan program ini, padahal sudah pada akhir April menjadi akhir siaran televisi analog yang akan dihentikan secara bertahap.

“Masyarakat masih awam dengan program ini, mereka yang tau dan mengerti hanya beberapa orang saja,” tutur kaling kampung bugis dua Bapak Lubis, pada Jum’at (27/5/2022).

Sebelumnya, Basnan Lubis mengatakan di wilayahnya hanya dengan parabola mereka mendapat menonton siaran televisi yang notabene lebih ribet dan selalu berubah-ubah frekuensinya. Dengan sinyal televisi digital bersih gambarnya, jernih suaranya, dan canggih teknologinya.

“Migrasi dari televisi analog menjadi televisi digital sangatlah penting karena saat ini di tengah era serba digital, mau tidak mau, suka tidak suka, masyarakat sudah harus berpindah ke televisi digital. Masyarakat juga bisa menikmati tayangan dari sisi kualitas gambar yang lebih bersih, suaranya juga akan jauh lebih bagus,” pungkasnya.

“Masyarakat di sini sangat suka nonton seperti sepakbola atau MotoGp. Ini sangat bagus sekali agar masyarakat kami banyak hiburannya. Kami sering nonton bareng,” imbuh mantan aktivis pergerakan pemuda muhammadiyah buleleng ini.

Lanjutnya, Ia menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kominfosanti Buleleng karena telah memberi informasi terkait migrasi sinyal televisi analog ke televisi digital. **Fira

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment