- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Zelensky ke Warga Ukraina: Pertahankan Rumahmu!

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenski mengungkapkan warganya telah bersatu untuk bertahan dari gempuran serangan Rusia. (Sergei SUPINSKY / AFP).
Jakarta, VokalOnline.Com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenski memerintahkan warganya untuk mempertahankan rumah mereka di tengah gempuran tak kunjung henti dari Rusia.
"Pertahankan dirimu dan rumahmu, jika tidak Rusia akan mengambil rumah dan nyawamu," kata Zelensky dalam sebuah pidato pada Sabtu (5/3).
Zelensky mengatakan saat ini warga Ukraina dari berbagai macam golongan telah bersatu dan bertahan dari serangan Rusia. Dengan optimisme, Zelensky menyebut negaranya akan dibangun kembali kelak.
Ia juga menyebut protes yang dilakukan warganya adalah bentuk kepahlawanan tersendiri di tengah invasi yang dilakukan Rusia. Bentuk perlawanan ini disebut Zelensky sebagai pembuktian bahwa pendudukan adalah sesuatu yang tidak dapat diterima.
"Setiap jengkal tanah yang dimenangkan kembali oleh protes adalah langkah menuju kemenangan kita," ujarnya. Maka dari itu, Zelensky mengajak warganya untuk lebih aktif dan 'menyerang' dengan protes di jalan. Hal tersebut untuk membuat musuh mereka segera meninggalkan Ukraina.
Zelensky juga menggarisbawahi upaya propaganda Rusia lewat medianya, menyebutnya sebagai pencucian otak. "Anda diberitahu bahwa Ukraina membenci Anda dan ingin menghancurkan Anda. Ini adalah cuci otak TV Rusia. Jangan percaya!" tuturnya.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba telah mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken di perbatasan antara Ukraina dan Polandia.
Topik utama pembicaraan tersebut adalah sanksi lanjutan yang lebih 'menyakitkan' untuk Rusia, pasokan senjata tambahan untuk mempertahankan Ukraina, serta isolasi Rusia dari dunia karena agresi yang dilakukan.
Dalam pembicaraan tersebut Kuleba juga mengucapkan terima kasih atas langkah-langkah cepat yang diambil oleh Amerika Serikat dan sekutunya selama sepuluh hari invasi Rusia, termasuk penyediaan senjata.
"Ukraina akan memenangkan perang ini, karena Ukraina berperang dalam Perang Rakyat untuk tanah mereka, dan kebenaran ada di pihak mereka," kata Kuleba dalam sebuah pernyataan, Sabtu (5/3).
Meski demikian, Kuleba menyebut upaya yang dilakukan harus lebih cepat untuk meminimalisir 'harga' yang perlu dibayar oleh Ukraina dari terjadinya perang ini.
"Jika sekutu terus bertindak tegas, meningkatkan tekanan ekonomi dan politik di Rusia, memberi kami senjata yang kami butuhkan, 'harga' [yang harus dibayar akan lebih rendah untuk Ukraina," katanya. "Itu akan menyelamatkan banyak nyawa," imbuhnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Masuk Arab Saudi Tak Perlu Karantina dan PCR0
- Jual Chelsea, Ini Permintaan Terakhir Roman Abramovich ke Pemerintah Inggris0
- Hujan Meme Standar Ganda FIFA untuk Rusia dan Israel0
- Abramovich Jual Chelsea, Pengusaha Swiss Siap Beli0
- Enam Dubes Negara Sahabat Ingin Majukan Kerja Sama dengan Indonesia0
_Black11.png)









