- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Zelensky Klaim Pasukan Ukraina Rebut 41 Permukiman di Kherson

VokalOnline.Com-- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan lebih dari 41 permukiman di bagian selatan negara itu berhasil direbut usai pasukan Rusia kalah di Kherson.
Kemenangan tersebut ia sampaikan dalam sebuah video. Zelensky juga mengatakan jumlah bendera Ukraina yang berkibar di wilayah itu juga mencapai puluhan. Artinya, banyak bendera Rusia yang tak lagi terpasang.
Hari ini kami mendapat kabar baik dari selatan, 41 permukiman telah dibebaskan
Ia kemudian berujar, "Semua yang terjadi sekarang telah dicapai melalui perjuangan sengit selama berbulan-bulan."
Selain itu, Zelensky mengatakan sejumlah unit polisi sudah dikerahkan ke Kherson untuk memulai langkah stabilisasi.
Namun, pembebasan permukiman ini, pikirnya, merupakan langkah pertama dari proses yang panjang.
"Hal yang pertama dan dasar adalah penjinakan ranjau. Para penjajah meninggalkan ribuan ranjau dan amunisi yang tidak meledak," ungkap Zelensky.
Orang nomor satu di Ukraina itu mengaku sering mendengar perkiraan bahwa membersihkan ranjau memakan waktu puluhan tahun.
Lebih lanjut, ia menerangkan puncak kontaminasi ranjau di Ukraina mencapai 300 ribu kilometer persegi.
Namun, berkat upaya tim penjinak ranjau kini luas kontaminasi ranjau hanya tersisa 170 ribu kilometer persegi.
"Ini adalah tempat paling sulit, di mana pertempuran masih berlangsung, musuh akan menambah lebih banyak ranjau sebelum menarik pasukan, seperti sekarang di Kherson," jelas Zelensky.
Baru-baru ini Rusia mengalami kekalahan signifikan di salah satu wilayah Ukraina yang dianeksasi, Kherson.
Moskow pun menarik pasukan dari daerah itu usai tak bisa membendung perlawanan sengit Ukraina.
Setelah menilai situasi saat ini secara komprehensif, diusulkan untuk menarik pertahanan di sepanjang tepi kiri [timur] Sungai Dnieper," ujar salah satu Jenderal Rusia Sergey Surovikin pada Kamis, seperti dikutip Al Jazeera.
Menurut Surovikin, pasukan Ukraina menyerang secara gila-gilaan sehingga menghambat pergerakan tentara Rusia di wilayah itu. Ia menilai pasukan tak bisa lagi dipertahankan.
Seruan penarikan pasukan Moskow juga muncul dari Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu.
"Lanjutkan dengan penarikan pasukan dan ambil semua tindakan untuk memindahkan pasukan, senjata, dan peralatan ke seberang sungai," kata Shoigu seperti dikutip New York Times.**Syafira
Berita Terkait :
- Luhut soal Putin-Zelensky Absen di KTT G20: Mungkin Sibuk0
- Media Rusia Sebut soal Risiko Putin Dibunuh jika ke KTT G20 Bali0
- Pasukan Rusia Mundur dari Kherson Ukraina, Putin Kalah?0
- Putin Absen, Dubes Ukraina Belum Bisa Pastikan Zelensky Hadir G20 Bali0
- AS Kirim Pesawat Raksasa C-17 Jelang KTT G20 Bali, Apa Fungsinya?0
_Black11.png)









