- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Mahasiswa Segel Kantor DPRD Rokan Hilir

Demonstrasi mahasiswa di kantor DPRD Rokan Hilir menyikapi naiknya harga bahan bakar minyak. CKC
PEKANBARU, VokalOnline.Com -Gabungan aktivis Himpunan Pelajar Mahasiswa Rokan Hilir dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Rohil menyegel Kantor DPRD Rohil, Kamis (8/9/2022).
Aksi yang dimulai pukul 11.30 WIB itu untuk menyikapi kenaikan harga BBM dan kunjungan anggota DPRD Rohil ke Lombok dalam rangka Bimtek.
Syaiful Anwar, Presiden Hipemarohi dalam orasinya mengatakan bahwa DPRD Rohil tuli, tidak mau mendengar aspirasi masyarakat soal BBM yang dinaikan oleh pemerintah pusat.
"Gedung dewan ini kami segel, tidak boleh ada anggota dewan yang datang ke gedung rakyat ini, biar saja para anggota dewan habiskan uang rakyat untuk liburan ke Lombok," katanya, dilansir Cakaplah.com.
Pada kesempatan yang sama, Riki Dermawan Ketua PC PMII Rohil juga ikut menyampaikan kekecewaanya kepada wakil Rakyat Kabupaten Rohil yang menghabiskan uang rakyat dengan dalih Bimtek.
"Harusnya jika mereka punya sense of belonging terhadap rakyat yang mereka wakili, jalan-jalan ke Lombok dengan alasan Bimtek ini tidak akan terjadi," ucapnya kesal.
Riki menyebutkan, hampir seluruh rakyat Rohil hari ini resah akibat kenaikan BBM yang secara mendadak dilakukan oleh Presiden Jokowi.
"Sudah sepatutnya mereka hadir bersama rakyat untuk menyampaikan sikap menolak kenaikan harga BBM," terangnya.
Tapi tambahnya, nampaknya hari ini DPRD Rohil tutup telinga terhadap jeritan rakyat akibat naiknya harga BBM lebih dari 30 persen.
"Sebab kenaikan harga BBM bersubsi akan berdampak domino terhadap naiknya harga–harga kebutuhan pokok," paparnya.
Atas dasar keprihatinan yang mendalam ini, maka Himpunan Pelajar Mahasiswa Rokan Hilir dan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Rohil menyatakan sikap :
Menolak Kenaikan Harga BBM bersubsidi dengan dalih keungan jebol dan menyegel Kantor DPRD Rohil karena dianggap tutup telinga terhadap penderitaan rakyat.
Meminta Sekwan DPRD Rohil membuka data siapa saja anggota DPRD yang plesiran ke Lombok dengan dalih Bimtek.
Mahasiswa juga memberikan korek kuping sebagai simbol DPRD Rohil tutup telinga terhadap penderitaan rakyat.***
Berita Terkait :
- Dari Balik Penjara Perianus Dapatkan Hidayah0
- Surya Darmadi Didakwa Rugikan Negara Rp 86,5 Triliun 0
- Kamera Rekam Harimau Pemakan Pekerja0
- Indeks KUB Riau Rendah0
- Mahasiswa Geruduk Gedung DPRD Riau Tiga Tuntutan Ini harus Dipenuhi Pemerintah0
_Black11.png)









