- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Turki Mengecam tudingan Presiden Emmanuel Macron

Presiden-Emmanuel-Macron/sindonews
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- mengecam tudingan Presiden bahwa Ankara mencampuri pemilihan umum yang akan berlangsung pada 2022.Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan bahwa tudingan Macron "tidak dapat diterima dan bertentangan dengan persahabatan dan aliansi antara kedua negara."Ankara menganggap tudingan "berbahaya" Macron itu dapat mengancam komunitas warga Turki yang berjumlah 800 ribu orang di Prancis. Menurut Kemlu Turki, pernyataan Macron itu merusak upaya kedua negara untuk memperbaiki hubungan."Kami pikir pernyataan Macron sangat disayangkan dan tidak konsisten ketika kita tengah mengambil langkah untuk menggantikan ketegangan dengan ketenangan dan persahabatan," bunyi pernyataan Kemlu Turki pada Rabu (24/3).
Berita Terkait :
- Madrasah Transgender Pertama di Pakistan0
- Kim Jong-un Tetap Bangun 10 Ribu Apartemen di Tengah Krisis0
- Korut Kembali Luncurkan Rudal Balistik ke Timur Semenanjung Korea0
- Presiden Macron Tuding Turki0
- Pelaku Penembakan di Colorado0
_Black11.png)









