- Kejari Meranti Bebasakan Tersangka Dalam Kasus Restorative Justice
- Wakapolda Riau Ungkap Jaringan Internasional di Polres Meranti Narkotika Jenis Sabu 27 Kilogram
- Wabup Muzamil Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua
- Peringatan May Day di Selatpanjang Berlangsung Kondusif, Buruh Deklarasi Dukung Kamtibmas
- Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
- Selain Gandeng Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Kemenekraf Gandeng Aplikator Lainnya
- Tak Mau Jadi Penonton, Pemuda Lirik Siap Ambil Peran di Sektor Migas
- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika di Hotel Grand Tembilahan, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
APR Tampilkan Inovasi Viscose-Rayon dan Perkuat Komitmen Keberlanjutan di Indo Intertex 2025

JAKARTA, VokalOnline.Com - Asia Pacific Rayon (APR) kembali menegaskan komitmennya terhadap pertumbuhan industri tekstil berkelanjutan di Indonesia melalui partisipasi di Indo Intertex 2025 yang digelar pada 15–17 April di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Dalam keikutsertaannya yang ketujuh, APR menampilkan inovasi viscose-rayon, sekaligus untuk pertama kalinya menghadirkan Jakarta Fashion Hub (JFH), platform kreatif besutannya, sebagai bagian dari pameran berskala internasional ini.
Mengusung tema “Grow with Good, Grow with APR”, APR menampilkan berbagai aplikasi viscose-rayon produksi APR dan Lyocell produksi Sateri—keduanya merupakan bagian dari kelompok perusahaan RGE. Bekerja sama dengan lima mitra utama, Sahabat Textile, Sentro Textile & Garment, Sinaran Denim, Manunggal Adipura, dan Agungtex, APR menunjukkan keragaman produk yang terbuat dari viscose-rayon APR dan Lyocell by Sateri yang diterapkan pada pakaian olahraga, modest wear, hingga inner wear.
Sebagai produsen serat viscose-rayon terbesar dan terintegrasi di Indonesia, APR percaya bahwa pertumbuhan industri tekstil yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat serta komitmen terhadap praktik produksi yang bertanggung jawab.
“Indo Intertex 2025 menjadi momen bagi APR untuk menyampaikan visi kami dalam mendukung masa depan industri tekstil yang berkelanjutan. Kami percaya dengan mendukung mitra melalui penyediaan serat yang diproduksi secara bertanggung jawab dan mendorong inovasi melalui kolaborasi, kami dapat menciptakan perubahan positif dalam industri, mendukung pertumbuhan ekonomi, sekaligus berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan,” ujar Aryo Oetomo, Head of Asia Pacific Rayon.
Serat viscose-rayon APR berasal dari bahan baku terbarukan (renewable), dapat ditelusuri (traceable), dan mudah terurai (biodegradable), menjadikannya pilihan material yang mendukung keberlanjutan. Produk APR juga telah memenuhi standar OK Biodegradability untuk menjamin kemampuannya untuk terurai, serta tersertifikasi OEKOTEX® dan FKT “Medically Tested – Tested for Toxins”, yang memastikan bahwa viscose-rayon APR aman digunakan pada kulit karena bersifat hipoalergenik.
Operasional APR juga berstandar industri global seperti European Union Best Available Techniques (EU BAT) Polymer BREF dan Tingkat Aspirational pada Zero Discharge of Hazardous Chemicals Man Made Cellulosic Fibre (ZDHC MMCF), sejalan dengan semangat APR2030 yang mengedepankan target produksi bersih dan closed-loop atau siklus tertutup.
Selain bekerjasama dengan para mitra, Jakarta Fashion Hub (JFH), sebuah ruang kolaborasi kreatif yang diinisasi oleh APR, juga turut meramaikan Indo Intertex 2025 untuk pertama kalinya. Pada partisipasinya yang pertama, JFH menghadirkan beragam kegiatan seperti konsultasi kain gratis, lokakarya eco-printing dan patchwork, serta sesi interaktif bersama mitra, termasuk KaIND, Sparks Fashion Academy, Torenda, dan Fashion Crafty. Selama tiga hari, pengunjung dapat mengeksplorasi aplikasi viscose-rayon dalam desain yang modern, sekaligus merasakan semangat “Connect, Collaborate, and Create” yang menjadi identitas JFH.
Didirikan pada 2021, JFH bertujuan untuk mendukung pengembangan desainer, jenama fesyen, mahasiswa, hingga pelaku industri dalam mendorong mode berkelanjutan.(**)
Berita Terkait :
_Black11.png)









