- Dari Trauma ke Kinerja: PT Patra Drilling Contractor Edukasi Karyawan Lewat Health Talk
- Kapolda Riau Penuhi Janji Masyarkat Bokor Berikan 20 Mesin Ketingting
- Korban Tak Bisa Selamatkan Harta Benda, 8 Rumah Kontrakan Hangus Terbakar
- Sampah di TPS Ilegal Diduga Berasal dari Pelaku Usaha
- 15 Kg Sabu Dikendalikan dari Nusa Kambangan
- Selain 3 Gugur, 5 Prajurit TNI Lain Luka Berat dan Ringan di Tengah Konflik Israel dengan Hizbullah
- BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang Tewaskan Prajurit TNI
- Breaking News: Gubri Non Aktif Abdul Wahid Melawan, Hari Ini Pembacaan Eksepsi di Sidang Lanjutan
- Karhutla Meluas di Inhil, 35 Hektare Lahan Hangus di Tiga Kecamatan Ini
- DPRD Meranti Bedah LKPJ 2025, Fraksi-Fraksi Serukan Perubahan Nyata dan Akhiri Ketimpangan
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang Tewaskan Prajurit TNI

Jakarta, VokalOnline.Com - Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mengutuk serangan tentara Israel ke markas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Minggu (29/3/2026) yang tewaskan satu prajurit TNI dan melukai beberapa orang lainnya.
Hal itu disampaikan oleh Ketua BKSAP DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat saat dihubungi pada Selasa (31/3/2026). Syahrul Aidi mengecam keras tindakan Israel yang kembali menunjukkan arogansi terhadap dunia internasional. Dimana, pasukan yang diserang Israel tersebut adalah pasukan perdamaian PBB yang ditugaskan menjaga perbatasan Israel-Lebanon.
"Kita mengutuk keras serangan tentara Israel terhadap markas UNIFIL. Apalagi yang jadi korban ini adalah prajurit TNI. Ini pukulan telak bagi kita karena kehadiran prajurit kita tidak dihargai oleh Israel." terang Syahrul Aidi.
Dia juga menyampaikan ucapan duka cita atas gugurnya prajurit TNI tersebut. BKSAP DPR memberikan penghormatan atas gugurnya prajurit TNI tersebut dalam menjaga perdamaian dunia.
Anggota Komisi I DPR ini juga meminta kepada pemerintah untuk melakukan koordinasi intens dengan PBB tentang keberadaan para prajurit dari berbagai negara yang ditugaskan di wilayah konflik.
"Kita juga meminta pemerintah agar melakukan koordinasi intens ke PBB agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Dan bagaimana PBB mampu menjaga keselamatan para prajurit yang diutus melalui berbagai regulasi dan SOP yang ada." tegasnya.(**)
Berita Terkait :
- Kutub Utara Menjadi Lokasi Latihan Perang Rusia0
- Beberapa Temuan Tim Ahli WHO soal Sumber Virus Corona di China0
- Nato Kerahkan 10 Kali Jet Tempur Untuk Cegat Masuk Bomber Rusia0
- WHO Katakan China Rahasiakan Data Asal Usul Virus Corona0
- AS Minta Diplomat Pergi dari Myanmar0
_Black11.png)









