- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
- Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
Bom Bunuh Diri Taliban Meledak di Pakistan, Tiga Orang Tewas

Jakarta, VokalOnline.Com - Sebuah bom bunuh diri meledak di Kota Quetta, Pakistan, pada Rabu (30/11).
Tiga orang tewas dan lebih dari 30 orang luka-luka akibat bom yang diklaim dilakukan Taliban Pakistan.
Diberitakan AFP, pelaku bom bunuh diri itu menargetkan petugas keamanan yang mengawal tim vaksinasi polio di Kota Quetta.
Pejabat polisi senior Azhar Mehesar mengatakan satu orang petugas tewas, diikuti satu wanita dan satu anak.
Pejabat polisi lain, Abdul Haq, melaporkan beberapa korban luka ada yang berada dalam kondisi kritis. Para korban luka termasuk 15 petugas polisi.
Dalam sebuah pernyataan, Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
"Operasi balas dendam kami akan berlanjut," tulis pernyataan TTP.
Serangan itu terjadi dua hari setelah militan mengakhiri gencatan senjata.
Kelompok Taliban di Pakistan memang kerap melakukan serangan dengan mengincar tim vaksinasi polio.
Mereka menyebarkan desas-desus bahwa upaya imunisasi adalah alat Barat untuk memata-matai mereka dan membuat umat Islam mandul.
Perdana Menteri Shahbaz Sharif pun mengecam serangan tersebut. Ia juga berjanji akan melanjutkan kampanye vaksinasi.
Selama bertahun-tahun, Pakistan terus menerus memerangi TTP di wilayahnya.
TTP diketahui ingin menggulingkan pemerintah Pakistan untuk menggantinya dengan sistem pemerintahan yang mengikuti interpretasi mereka yang cenderung keras terhadap hukum Islam.
Tentara Pakistan pun selama beberapa bulan terakhir melakukan sejumlah operasi guna melawan militan di sepanjang perbatasan Afghanistan.
Pada Selasa, pasukan militer Pakistan menyatakan telah membunuh 10 militan di Balochistan. Namun tak diketahui apakah mereka pejuang separatis TTP atau Baloch.**syafira
Berita Terkait :
- Kenapa Paham ISIS Bisa Masuk ke Indonesia0
- Butuh Tenaga Kerja, Jerman Bakal Permudah Syarat Jadi Warga Negara0
- Iran Ancam Timnas jika Ogah Nyanyi Lagu Kebangsaan Lagi di Piala Dunia0
- Gunung Api Terbesar Dunia Mauna Loa Hawaii Meletus, Perdana sejak 19840
- Moskow Klaim NATO yang Cari Gara-gara Kirim Drone ke Rusia0
_Black11.png)









