- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
Gibran Jawab PDIP Solo Merasa Diintimidasi: Partai Lain Masalah Ndak?

Bakal cawapres dari Koalisi Indonesia Maju Gibran Rakabuming Raka angkat bicara mengenai sejumlah anggota kepolisian yang mendatangi Kantor DPC PDIP Solo. (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)
Solo, VokalOnline.Com - Bakal cawapres dari Koalisi Indonesia Maju Gibran Rakabuming Raka angkat bicara mengenai sejumlah anggota kepolisian yang mendatangi Kantor DPC PDIP Solo.
Gibran mengatakan polisi juga melakukan patroli ke kantor-kantor DPC partai lain di Solo, Jawa Tengah.
"Semua lokasi kantor-kantor DPC partai lain kan dipatroli juga," kata Gibran di Balai Kota Solo, Kamis (9/11).
Anak sulung Presiden Joko Widodo itu heran dari semua partai politik yang berkantor di Solo, hanya PDIP yang mempersoalkan patroli tersebut.
"Partai lain ada masalah ndak?" ujarnya.
Menurutnya, polisi memang rutin berpatroli di jalanan Kota Solo. Mereka biasa berfoto di depan gedung-gedung pemerintahan dan bangunan penting lainnya.
Gibran menganggap patroli yang dilakukan anggota polisi sebagai hal biasa.
"Ya itu kan memang sudah tugasnya kepolisian untuk menjaga semua objek vital," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menengarai adanya intervensi dan intimidasi dari petugas kepolisian kepada partainya.
Pernyataan tersebut ia sampaikan usai mendapat kiriman foto sejumlah petugas kepolisian berpatroli di depan kantor partainya di Kampung Brengosan, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan didatangi beberapa petugas polisi, Rabu (8/11).
Rudy menilai tindakan petugas tersebut tak wajar karena dilakukan tanpa pemberitahuan. Apalagi kantor yang baru diresmikan pertengahan bulan lalu itu digunakan sampai saat ini.
"Kalau DPC saja sudah didatangi polisi, orang akan menilai adalah bentuk intervensi, intimidasi supaya orang takut ke DPC. Ini nggak bener," kata Rudy.
Sementara Polresta Surakarta membantah melakukan intervensi dan intimidasi dengan mengirim personel ke kantor DPC PDIP Solo.
Kapolresta Surakarta, Kombes Iwan Saktiadi mengaku tidak paham dengan pernyataan FX Rudy yang menyebut polisi melakukan intervensi dan intimidasi.
"Jika beliau merasa ada intervensi, sampai dengan detik ini saya tidak memahami intervensi seperti apa," katanya Kamis (9/11).(fit)**
Berita Terkait :
- Simulasi Pilpres Satu Putaran dari Populi: Prabowo-Gibran Bisa Menang0
- Anwar Usman Sentil Jimly hingga Mahfud soal Konflik Kepentingan di MK0
- Hj. Ismiatun Hadiri Apresiasi Bunda PAUD Nasional 20230
- Erdogan Ogah Temui Menlu AS Blinken di Turki0
- Dokter Anestesi Palestina Lulusan UNS RI Tewas Kena Bombardir Israel0
_Black11.png)









