- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Golkar Bantah Pembentukan Koalisi PAN-PPP Terkait Isu Kudeta Airlangga

Partai Golkar membantah pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu terkait kabar desakan Munaslub yang ingin menggantikan Airlangga Hartarto.
Jakarta, VokalOnline.Com - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Lodewijk F. Paulus membantah pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu terkait kabar desakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Menurutnya, dorongan penyelenggaraan Munaslub Golkar tidak ada di internal partainya.
"Bukan itu masalahnya. Internal Golkar tidak ada [munaslub], saya Sekjen loh. Jadi dibilangin bahwa Airlangga ada Munaslub, Munaslub, enggak ada. Enggak ada itu," kata Lodewijk kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/5). dilansir dari cnn indonesia. Ia mengklaim internal Golkar solid. Menurutnya, kabar kudeta Airlangga hanya muncul di media.
"Ya, solid. Kita keliling Indonesia tidak ada masalah. Cuma keluar di media seperti itu ya sudahlah," katanya.
Golkar, PAN, dan PPP resmi membentuk koalisi baru dengan nama Koalisi Indonesia Bersatu pada Kamis (12/5). Koalisi ini disebut sebagai langkah awal bagi Golkar, PAN, dan PPP untuk menghadapi Pemilu 2024.
Meskipun Pemilu 2024 masih dua tahun lagi, komitmen kerja sama tiga parpol itu diklaim mengisyaratkan keseriusan untuk membangun platform, gagasan, serta ide yang akan disepakati bersama.
Namun, koalisi tersebut belum mendeklarasikan ataupun mengungkapkan bakal mengusung tokoh atau sosok mana sebagai calon presiden (capres) untuk Pemilu 2024.
Sebelumnya, Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), sayap organisasi Partai Golkar, Adies Kadir menyebut isu munaslub sama sekali tidak valid dan bertentangan dengan AD/ART partai.
Menurutnya, saat ini tak ada isu genting di internal partai yang mengharuskan menggelar Munaslub. Merujuk AD/ART partai pasal 39 ayat 3, ucap dia, terdapat sejumlah syarat untuk menggelar Munaslub. Di antaranya, diadakan atas permintaan dan/atau persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 Dewan Pimpinan Daerah Provinsi.
"Tidak ada pula sesuatu hal yang bisa dikategorikan sebagai kegentingan yang memaksa. Semuanya baik-baik saja. Jadi, tidak ada hal apapun yang harus diributkan," kata Adies.**vol/jn
Berita Terkait :
- BLT Minyak Goreng Disalurkan ke Pasar Cibinong dan Pasar Gunung Batu0
- Lin Che Wei Tersangka Baru Kasus Exspor CPO Ditahan Kejagung0
- Tokoh Masyarakat Riau Ini Pertanyakan Keabsahan Penabalan Sultan Siak XIII0
- LAMR Tersayat Akibat Pendeportasian UAS Dari Singapura0
- Laksanakan Fungsi JPN, Kejari Tuban Tekan MoU Dengan Kontor BPN Tuban0
_Black11.png)









